Bukan Literasi, Bank Syariah Hadapi Tantangan Transformasi Digital
Bank syariah menghadapi tantangan transformasi digital untuk memenuhi ekspektasi nasabah yang menginginkan layanan cepat, mudah, dan aman.
(Bisnis.Com) 23/06/26 15:08 257482
Bisnis.com, JAKARTA — Transformasi digital menjadi tantangan terbesar bagi industri perbankan syariah di tengah meningkatnya persaingan dengan bank konvensional, bank digital, hingga perusahaan teknologi finansial.
Senior Vice President Application Support Bank Syariah Indonesia (BSI) Rendy Ferdiansyah mengatakan tantangan utama perbankan syariah saat ini bukan lagi rendahnya literasi masyarakat terhadap keuangan syariah. Pemahaman masyarakat terus meningkat, tetapi ekspektasi terhadap kualitas layanan juga makin tinggi.
Menurutnya, keunggulan berbasis prinsip syariah dinilai tidak lagi cukup tanpa didukung pengalaman layanan digital yang cepat, mudah, dan setara dengan ekspektasi nasabah.
"Nasabah saat ini mengharapkan layanan yang cepat, mudah, aman, dan dapat diakses kapan saja. Oleh karena itu, transformasi teknologi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus daya saing bank syariah," kata Rendy dalam keterangannya, dikutip Selasa (23/6/2026).
BSI, lanjutnya, melakukan modernisasi sistem inti perbankan atau core banking tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariah bersama Temenos. Upaya itu dilakukan untuk memperkuat fondasi teknologi dan mampu mendukung pengembangan bisnis dalam jangka panjang.
Rendy menjelaskan modernisasi core banking memungkinkan perseroan meningkatkan kapasitas pemrosesan transaksi, mempercepat layanan kepada nasabah, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi pengembangan inovasi digital di masa mendatang.
Menurutnya, perubahan ekspektasi nasabah, khususnya generasi muda dan digital native, menjadi salah satu faktor yang mempercepat kebutuhan transformasi digital. Saat ini, nasabah tidak hanya membandingkan layanan antarbank, tetapi juga dengan pengalaman yang diperoleh dari berbagai platform digital yang digunakan setiap hari.
"Generasi muda menginginkan layanan yang seamless, personal, dan selalu tersedia melalui perangkat digital," katanya.
Selain modernisasi sistem, BSI juga melihat perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing industri perbankan syariah.
Teknologi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang lebih personal, memperkuat deteksi fraud, mempercepat analisis data, hingga mendukung pengambilan keputusan secara lebih akurat.
"Teknologi dapat menjadi akselerator dalam memperluas inklusi keuangan syariah, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses layanan perbankan yang aman, modern, dan sesuai dengan prinsip syariah," ujarnya.
#bank-syariah #transformasi-digital #perbankan-syariah #layanan-digital #modernisasi-sistem #core-banking #teknologi-finansial #pengalaman-layanan #ekspektasi-nasabah #generasi-muda #kecerdasan-buatan #n-a