Semen Indonesia Olah 60 Ton Limbah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Biaya Peternak Turun 60%

Semen Indonesia Olah 60 Ton Limbah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Biaya Peternak Turun 60%

SIG mengolah 60 ton limbah kelapa per bulan menjadi pakan ternak alternatif di Aceh. Program Sakeladera menekan biaya pakan unggas hingga 60%.

(Bisnis.Com) 24/06/26 06:35 257933

Bisnis.com, JAKARTA — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) melalui unit usahanya, PT Solusi Bangun Andalas, mengembangkan pemanfaatan limbah kelapa sebagai bahan pakan alternatif yang membantu menekan biaya produksi peternak unggas di Aceh.

Melalui program Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera (Sakeladera), perusahaan mengolah sekitar 60 ton limbah kelapa per bulan dari kawasan wisata Pantai Lampuuk, Aceh, menjadi cocopeat yang digunakan sebagai campuran pakan ternak. Program ini diklaim mampu menurunkan biaya pakan peternak unggas hingga 60%.

Sebelum program berjalan, peternak unggas di Lhoknga menghadapi biaya pakan yang mencapai sekitar Rp48 juta per bulan karena masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi keberlangsungan usaha peternakan skala kecil.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendorong keberlanjutan yang mencakup aspek lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Program Sakeladera PT Solusi Bangun Andalas selaku unit usaha SIG menjadi bukti nyata kepedulian Perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di Aceh,” ujarnya dalam siaran pers, dikutip Rabu (23/6/2026).

Menurut Vita, program tersebut mencatat rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5. Artinya, setiap Rp1 investasi yang dikeluarkan menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi senilai Rp2,5 bagi masyarakat.

Selain membantu menekan biaya pakan, program ini juga mengurangi volume limbah kelapa yang sebelumnya mencapai sekitar 60 ton per bulan menjadi 20—24 ton per bulan. Pengurangan limbah tersebut turut menekan emisi karbon dari praktik pembakaran sampah kelapa yang sebelumnya mencapai 34,8 ton CO₂ per bulan.

Program ini juga melibatkan masyarakat setempat dalam rantai pengumpulan dan pengolahan limbah kelapa. Tercatat sebanyak 28 orang terlibat dalam proses tersebut.

Anggota Kelompok Usaha Puyuh Andalas Muhammad Ikhsan mengatakan pemanfaatan limbah kelapa memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha peternakan.

“Sekarang sampah kelapa tidak lagi dibuang percuma. Kami bisa mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi, bahkan membantu menekan biaya produksi pakan ternak,” ujarnya.

#sig #semen-indonesia #solusi-bangun-andalas #sakeladera #limbah-kelapa #pakan-ternak-alternatif #peternak-unggas-aceh #biaya-pakan-unggas #cocopeat #pantai-lampuuk #ekonomi-sirkular #pemberdayaan-masy

https://hijau.bisnis.com/read/20260624/653/1982871/semen-indonesia-olah-60-ton-limbah-kelapa-jadi-pakan-ternak-biaya-peternak-turun-60