Inkubator Startup Swiss Buka Peluang bagi Talenta Indonesia
Trust Village di Swiss menawarkan program inkubator gratis dan soft landing yang membuka peluang bagi startup serta talenta Indonesia mengembangkan bi
(Kompas.com) 25/06/26 05:45 259067
LAUSANNE, KOMPAS.com — Swiss membuka peluang bagi startup dan talenta Indonesia untuk mengembangkan bisnis melalui program inkubator yang tidak dipungut biaya. Kesempatan tersebut diperkenalkan kepada delegasi jurnalis Kompas Gramedia (KG) Group, termasuk Kompas.com dan KBRI Bern, dalam rangkaian kunjungan memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Swiss yang menyoroti kerja sama kedua negara di bidang inovasi, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Program tersebut dijalankan oleh Trust Village, inkubator yang berfokus pada pengembangan startup di bidang digital trust, mulai dari keamanan siber, perlindungan data, manajemen identitas digital, hingga tata kelola kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Saat ini, lebih dari 25 proyek teknologi dari berbagai bidang telah menjadi bagian dari ekosistem tersebut.
"Program inkubasi ini tidak dipungut biaya. Startup yang diterima juga dapat menggunakan fasilitas di sini secara gratis hingga satu tahun, sehingga sangat membantu perusahaan rintisan yang sedang berkembang," kata Head of Partnerships Trust Village Josua Rochat saat menerima delegasi jurnalis Kompas Gramedia di Lausanne, Swiss.
Rochat menjelaskan, startup yang mengikuti program tersebut tidak hanya memperoleh ruang kerja, tetapi juga mengikuti berbagai lokakarya mengenai dasar-dasar membangun bisnis, pemasaran, penjualan, serta kesempatan memperluas jejaring dengan pelaku industri, akademisi, hingga perusahaan teknologi yang menjadi bagian dari ekosistem Trust Village.
Bantu Startup Menembus Pasar Global
Selain program inkubasi, Trust Village juga menawarkan program soft landing bagi perusahaan yang berasal dari luar Swiss. Program ini ditujukan untuk membantu perusahaan asing memahami karakteristik pasar Swiss sebelum memutuskan membuka kantor maupun menjalankan kegiatan bisnis secara permanen.
"Kami juga memiliki program soft landing bagi perusahaan dari luar Swiss. Mereka bisa memanfaatkan fasilitas yang sama untuk melihat apakah produknya sesuai dengan kebutuhan pasar Swiss sebelum memutuskan membuka kantor di sini," ujar Rochat.
Program tersebut berlangsung selama enam bulan dan dapat diperpanjang hingga maksimal satu tahun. Selama mengikuti program, peserta memperoleh pendampingan bisnis sekaligus akses ke ekosistem Trust Village yang terdiri atas lebih dari 50 mitra dari kalangan pemerintah, perguruan tinggi, hingga perusahaan swasta. Melalui jaringan tersebut, startup didorong membangun kolaborasi, memperluas pasar, serta menemukan calon pelanggan.
Unlimitrust Campus Manager SICPA Elisabeth Wallace mengatakan kesempatan mengikuti program tersebut terbuka sepanjang tahun sehingga startup maupun perusahaan dari berbagai negara dapat mengajukan diri kapan saja.
Menurut Wallace, informasi mengenai program tersebut juga dapat disebarluaskan melalui berbagai kanal agar semakin banyak talenta Indonesia mengetahui peluang yang tersedia di Swiss.
"Kami akan sangat senang apabila informasi mengenai kesempatan ini dapat dipublikasikan melalui situs web maupun media sosial sehingga semakin banyak talenta Indonesia yang tertarik datang ke Swiss," kata Wallace.
Perluas Akses Pendanaan
Selain memberikan pendampingan bisnis, Trust Village juga membantu startup memperluas akses terhadap pendanaan dengan mempertemukan perusahaan rintisan dengan investor.
"Kami memang tidak memberikan pendanaan langsung kepada startup. Namun, kami mempertemukan mereka dengan perusahaan modal ventura dan business angel agar dapat memperoleh akses pembiayaan untuk mengembangkan bisnis," ujar Rochat.
Ia mengatakan, sejumlah startup yang pernah mengikuti program tersebut berhasil memperoleh pendanaan lanjutan. Salah satunya mampu meraih pendanaan sebesar 7 juta franc Swiss pada putaran pendanaan Series A.
"Ada startup yang berhasil memperoleh pendanaan sebesar 7 juta franc Swiss pada putaran pendanaan Series A. Namun, keberhasilan seperti itu tidak terjadi pada semua peserta," kata Rochat.
Menurut dia, tantangan terbesar biasanya muncul ketika startup memasuki tahap pendanaan setelah Series A menuju Series C yang membutuhkan modal lebih besar. Sementara itu, pendanaan dari tahap awal hingga Series A masih relatif tersedia, terutama bagi perusahaan yang bergerak di bidang AI.Artikel di atas disusun berdasarkan transkrip kunjungan Trust Village dan pernyataan narasumber yang tersedia dalam bahan.
#RICH_75indonesiaswiss
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang