IPB Bahas 'Marketomics' Sebagai Pendekatan Baru Membaca Ekonomi dan Pasar Masa Kini
Perlunya evaluasi ulang terhadap cara ilmu ekonomi dan manajemen membaca pasar modern
(Republika) 25/06/26 10:02 259630
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University kembali menyelenggarakan Strategic Talk Series 2 dengan tema “Marketomics: Beyond Market Economics” pada Rabu (24/6/2026) di Ruang Equilibrium FEM IPB. Strategic Talk Series merupakan bagian dari rangkaian kegiatas Dies Natalis FEM IPB University yang pada kesempatan kali ini, Departemen Manajemen bertindak sebagai host peyelenggaraan.
Kegiatan ini menghadirkan Ir Budi Purwanto, ME sebagai narasumber utama, dengan pembahas Prof Dr Ir Dedi Budiman Hakim, MEc, Prof Dr Ir Yusman Syaukat, MEc, Dr Ir Suharno, MA Dev, dan Dr Ranti Wiliasih, SP, MSi.
Dalam paparannya, Budi Purwanto menekankan perlunya evaluasi ulang terhadap cara ilmu ekonomi dan manajemen membaca pasar modern. Menurutnya, ekonomi pasar konvensional selama ini terlalu berfokus pada indikator seperti harga, pertumbuhan, inflasi, dan efisiensi, sementara aspek yang lebih mendasar seperti penciptaan nilai, keberlanjutan, kualitas kelembagaan, dan sinkronisasi antar pasar belum cukup diperhatikan.
Karena itu, ia memperkenalkan konsep “Marketomics” sebagai pendekatan baru untuk memahami pasar sebagai suatu ekosistem yang saling terhubung. Pendekatan ini tidak hanya melihat pasar modal, tetapi juga keterkaitan antara pasar tenaga kerja, pasar produk, dan pasar keuangan dalam menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.
Menurut Budi, indikator ekonomi selama ini sering kali diperlakukan sebagai representasi penuh dari kondisi kesejahteraan masyarakat, padahal indikator tersebut hanyalah alat pelacak. Pertumbuhan ekonomi dan stabilitas inflasi misalnya, belum tentu menggambarkan pengalaman nyata kelompok masyarakat berpendapatan menengah ke bawah. Karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif untuk membaca kesehatan ekonomi secara utuh.
Dalam forum tersebut, Budi juga menjelaskan bahwa Marketomics terinspirasi dari pendekatan genomik atau omics dalam ilmu hayati, yaitu membaca sistem secara menyeluruh dan saling terhubung. Dengan pendekatan tersebut, ekonomi dan manajemen tidak lagi dipandang sebagai proses linear sederhana, tetapi sebagai ekosistem kompleks yang melibatkan berbagai dimensi seperti produksi, pemasaran, akuntansi, kelembagaan, perilaku, hingga legitimasi sosial. Ia menegaskan bahwa fokus utama Marketomics bukan semata-mata efisiensi dan pembentukan harga, melainkan bagaimana nilai ekonomi diciptakan, didistribusikan, dipertahankan, dan diterima secara sosial. Karena itu, pendekatan ini menekankan pentingnya diagnosis risiko, kualitas pasar, keberlanjutan sistem, dan keseimbangan antar sektor ekonomi.