Rp12,34 Triliun Modal Asing Mengalir ke Ciayumajakuning
Investasi asing Rp12,34 triliun mengalir ke Ciayumajakuning 2023-2025, dengan Cirebon dan Majalengka sebagai penerima utama. Infrastruktur dan lokasi strategis jadi daya tarik.
(Bisnis.Com) 26/06/26 11:49 260525
Bisnis.com, CIREBON- Arus investasi Penanaman Modal Asing (PMA) ke wilayah Ciayumajakuning mencapai Rp12,34 triliun dalam kurun tiga tahun terakhir.
Nilai tersebut berasal dari 5.358 proyek yang tersebar di Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, dan Kota Cirebon sepanjang 2023 hingga 2025.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, investasi asing di kawasan timur Jawa Barat itu masih terkonsentrasi di Kabupaten Cirebon dan Majalengka. Kedua daerah tersebut menyumbang lebih dari 80% total investasi asing yang masuk ke Ciayumajakuning.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan tingginya realisasi investasi menunjukkan kawasan Ciayumajakuning semakin diperhitungkan investor sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
"Investasi yang masuk merupakan sinyal positif bahwa kawasan ini memiliki daya tarik ekonomi yang kuat. Infrastruktur yang terus berkembang dan posisi strategis menjadi faktor yang mendukung masuknya modal asing," kata Margaretha, Jumat (26/6/2026).
Berdasarkan data, total investasi PMA di Ciayumajakuning mencapai Rp4,64 triliun pada 2023. Nilai tersebut sempat turun menjadi Rp3,38 triliun pada 2024 sebelum kembali meningkat menjadi Rp4,32 triliun pada 2025.
Sementara dari sisi jumlah proyek, terjadi kenaikan yang konsisten. Pada 2023 tercatat 1.527 proyek, meningkat menjadi 1.825 proyek pada 2024, dan kembali naik menjadi 2.006 proyek pada 2025.
Selama periode 2023-2025, Kabupaten Majalengka menjadi daerah penerima PMA terbesar di Ciayumajakuning dengan total investasi mencapai Rp5,65 triliun.
Besarnya investasi tersebut tidak lepas dari keberadaan Bandara Internasional Kertajati, kawasan industri, serta posisi Majalengka sebagai bagian dari pengembangan kawasan Rebana yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Di posisi kedua terdapat Kabupaten Cirebon dengan total investasi Rp4,38 triliun. Kabupaten ini menjadi salah satu tujuan utama investor karena memiliki akses langsung ke jalur logistik nasional, mulai dari Tol Cipali, jalur Pantura, hingga pelabuhan.
Menurut Margaretha, investor umumnya mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan konektivitas ketika menentukan lokasi investasi.
"Daerah yang memiliki akses transportasi dan logistik yang baik cenderung lebih kompetitif dalam menarik investasi. Faktor itu terlihat pada daerah-daerah yang saat ini menjadi tujuan utama PMA," ujarnya.
Meski nilai investasinya masih berada di bawah Cirebon dan Majalengka, Kabupaten Indramayu mencatat pertumbuhan paling signifikan.Pada 2023, PMA di Indramayu tercatat sebesar Rp296 miliar. Nilainya turun tipis menjadi Rp264 miliar pada 2024, namun melonjak tajam menjadi Rp867 miliar pada 2025.
Lonjakan tersebut menjadikan total investasi PMA Indramayu selama tiga tahun mencapai Rp1,43 triliun. Pertumbuhan itu menunjukkan mulai meningkatnya minat investor terhadap sektor industri, energi, dan pengembangan kawasan ekonomi di wilayah utara Jawa Barat.
Di sisi lain, distribusi investasi asing di Ciayumajakuning masih belum merata. Kabupaten Kuningan hanya mencatat total investasi Rp499 miliar selama tiga tahun terakhir. Bahkan pada 2024 nilai PMA yang masuk hanya Rp31 miliar sebelum naik tipis menjadi Rp52 miliar pada 2025.
Adapun Kota Cirebon membukukan investasi PMA sebesar Rp385 miliar sepanjang 2023-2025. Margaretha menilai tantangan ke depan adalah mendorong pemerataan investasi agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada beberapa daerah.
"Investasi yang tersebar lebih merata akan memberikan dampak yang lebih luas terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
#ciayumajakuning-investasi #modal-asing-cirebon #investasi-majalengka #investasi-kuningan #investasi-indramayu #investasi-kota-cirebon #investasi-jawa-barat #proyek-investasi-ciayumajakuning #pertumbuh