Rupiah Ditutup Perkasa Sentuh Rp17.840 per Dolar AS Senin (29/6)

Rupiah Ditutup Perkasa Sentuh Rp17.840 per Dolar AS Senin (29/6)

Rupiah menguat 0,36% ke Rp17.840 per dolar AS pada 29 Juni 2026, dipengaruhi ketegangan AS-Iran dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

(Bisnis.Com) 29/06/26 15:24 262621

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah ditutup menguat di hadapan dolar AS hari ini, Senin (29/6/2026). Rupiah ditutup menguat menyentuh level Rp17.840 per dolar AS.

Berdasarkan data Tradingview, rupiah ditutup menguat 0,36% ke level Rp17.840 per dolar AS sore ini. Sementara itu, indeks dolar AS ditutup melemah 0,10% pada level 101,25.

Di sisi lain, sejumlah mata uang di Asia ditutup bervariasi. Mata uang yen Jepang ditutup melemah 0,05%, yuan China menguat 0,09%, dolar Singapura melemah 0,01%, dan won Korea Selatan melemah 0,49%.

Lalu dolar Hong Kong melemah 0,02%, dolar Taiwan menguat 0,08%, baht Thailand menguat 0,20%, dan ringgit Malaysia menguat 0,51%.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan dari eksternal, sentimen datang seiring dengan peningkatan permusuhan AS-Iran akhir pekan lalu menimbulkan keraguan atas kesepakatan damai mereka, meskipun kedua pihak dilaporkan berkomitmen untuk melakukan lebih banyak pembicaraan di Qatar minggu ini.

Kondisi pasokan yang membaik juga menekan harga minyak, karena aliran melalui Selat Hormuz kembali mendekati tingkat sebelum perang pekan lalu. Namun, serangan yang kembali terjadi selama akhir pekan memicu kekhawatiran yang lebih tinggi tentang kerapuhan kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran.

AS dan Iran saling melancarkan serangan hingga akhir pekan lalu di tengah ketidaksepakatan mengenai klaim otoritas Teheran di Hormuz. Serangan tersebut menyebabkan perlambatan aliran melalui Hormuz dan meningkatkan harga minyak pada hari Senin.

Namun, kenaikan harga minyak dibatasi oleh laporan Axios bahwa AS dan Iran telah sepakat untuk segera menghentikan permusuhan mereka dan mengadakan pembicaraan baru di Qatar.

Sementara itu, beberapa pejabat The Fed mengeluarkan pernyataan yang hawkish dengan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, yang memperkirakan satu kenaikan suku bunga pada tahun 2026, dan mengatakan kepada Bloomberg bahwa ‘inflasi yang meluas’ menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga diperlukan.

Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan inflasi inti tetap terlalu tinggi dan cenderung ke arah yang salah. Presiden Fed New York John Williams menambahkan bahwa inflasi masih terlalu tinggi, meskipun ia mengungkapkan bahwa kebijakan "sudah tepat".

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih menunggu sejumlah indikator ekonomi awal bulan Juli, yakni data neraca perdagangan Indonesia serta tingkat inflasi. Kedua data tersebut diperkirakan menjadi pertimbangan penting dalam membaca kondisi ekonomi nasional dan arah pergerakan rupiah selanjutnya.

Adapun untuk perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif, tetapi ditutupmenguatdi rentang Rp17.800- Rp17.860.

#rupiah-menguat #nilai-tukar-rupiah #dolar-as-melemah #harga-minyak-naik #inflasi-as #suku-bunga-fed #pasar-mata-uang #rupiah-terhadap-dolar #ekonomi-indonesia #perdagangan-rupiah #sentimen-pasar #harg

https://market.bisnis.com/read/20260629/93/1984111/rupiah-ditutup-perkasa-sentuh-rp17840-per-dolar-as-senin-296