Siap-siap! Ini Daftar Wilayah Indonesia yang Alami Puncak Kemarau Agustus 2026

Siap-siap! Ini Daftar Wilayah Indonesia yang Alami Puncak Kemarau Agustus 2026

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi pada Agustus 2026.

(Bisnis.Com) 29/06/26 15:29 262622

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan musim kemarau 2026 berpotensi berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal seiring meningkatnya peluang El Nino yang diperkirakan bertahan hingga awal 2027.

Berdasarkan Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 di Indonesia Pemutakhiran Juni 2026, BMKG memprediksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi pada Agustus 2026. Pada periode tersebut, sebanyak 369 zona musim (ZOM) atau sekitar 48,84% luas daratan Indonesia diperkirakan memasuki puncak kemarau.

Kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar dampaknya terhadap ketersediaan air, kesehatan masyarakat, serta berbagai sektor ekonomi dapat diminimalkan.

Adapun, wilayah yang diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Agustus meliputi:

• Sumatra bagian tengah

• Sebagian besar Pulau Jawa

• Bali

• Nusa Tenggara Barat

• Sebagian Nusa Tenggara Timur

• Sebagian besar Kalimantan

• Sebagian Sulawesi

• Sebagian Maluku dan Maluku Utara

• Sebagian besar Papua.

Sebelumnya, puncak kemarau pada Juli diperkirakan terjadi di 83 ZOM atau sekitar 12,26% luas daratan Indonesia, meliputi sebagian Sumatra, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, serta sebagian Papua.

Selanjutnya, pada September, sebanyak 169 ZOM atau sekitar 25,41% luas daratan diperkirakan mencapai puncak kemarau, terutama di Bangka Belitung, sebagian besar Sumatra Selatan, Lampung, sebagian Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan Papua Pegunungan.

BMKG menyebutkan, hingga akhir Mei 2026, sebanyak 200 ZOM atau sekitar 11,83% luas daratan Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah menjadi 198 ZOM atau sekitar 31,60% luas daratan pada Juni, serta 66 ZOM atau sekitar 7,28% wilayah pada Juli.

BMKG juga memperkirakan awal musim kemarau tahun ini datang lebih cepat dibandingkan kondisi normal di 308 ZOM yang mencakup sekitar 39,77% luas daratan Indonesia.

Selain itu, sebanyak 482 ZOM atau sekitar 56,18% luas daratan diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal sehingga berpotensi lebih kering dibandingkan kondisi klimatologisnya.

Menurut BMKG, sebagian besar musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung selama 10 hingga 21 dasarian. Durasi tersebut diproyeksikan lebih panjang dari kondisi normal di 437 ZOM atau sekitar 48,77% luas daratan Indonesia.

BMKG juga memperbarui proyeksi perkembangan El Niño. Berdasarkan pemantauan hingga pertengahan Mei 2026, indeks ENSO telah melewati ambang fase netral selama lima dasarian.

Peluang terbentuknya El Niño lemah diperkirakan mencapai 100%, sementara peluang El Niño dengan intensitas moderat sebesar 98% dan kategori kuat mencapai 62%.

BMKG memperkirakan pengaruh El Niño terhadap Indonesia akan berlangsung bersamaan dengan musim kemarau hingga sekitar pertengahan Oktober 2026, sehingga meningkatkan potensi kekeringan di sejumlah wilayah.

Karena itu, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan melakukan langkah antisipasi sejak dini, terutama dalam menjaga ketersediaan air, mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan, serta mengantisipasi dampaknya terhadap sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat.

#kemarau #musim-kemarau #el-nino #bmkg

https://hijau.bisnis.com/read/20260629/651/1984072/siap-siap-ini-daftar-wilayah-indonesia-yang-alami-puncak-kemarau-agustus-2026