Modus Penipuan Kripto Makin Canggih, Deepfake dan AI Jadi Ancaman Baru
Perkembangan teknologi keamanan digital dinilai telah mengubah pola ancaman terhadap aset kripto.
(Kompas.com) 29/06/26 17:56 262767
JAKARTA, KOMPAS.com – Perkembangan teknologi keamanan digital dinilai telah mengubah pola ancaman terhadap aset kripto.
Jika sebelumnya pelaku kejahatan siber lebih banyak berupaya menembus sistem teknologi, kini serangan justru semakin banyak menyasar pengguna melalui berbagai modus manipulasi psikologis.
Modus yang digunakan pun semakin beragam, mulai dari social engineering, phishing, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) seperti deepfake dan voice cloning untuk memperoleh akses terhadap aset maupun data pribadi korban.
Freepik Ilustrasi kejahatan siber. Ilustrasi penipuan siber.Chief Information Security Officer (CISO) Indodax, Ledy, mengatakan, pelaku kejahatan siber kini lebih banyak mengeksploitasi kelemahan manusia dibandingkan mencoba meretas sistem keamanan platform.
"Banyak orang masih menganggap ancaman terbesar berasal dari peretasan sistem pada exchange. Padahal, dalam beberapa kasus yang terjadi belakangan, pelaku justru memperoleh akses karena korban secara tidak sadar memberikan informasi penting atau mengklik tautan berbahaya yang menyerupai layanan resmi," ujarnya dalam siaran pers, Senin (29/6/2026).
Ancaman bergeser ke faktor manusia
Ledy menjelaskan, perkembangan teknologi keamanan telah mengubah pola ancaman di ekosistem aset kripto.
Bila sebelumnya pelaku lebih banyak berupaya mengeksploitasi kelemahan sistem, kini berbagai insiden justru terjadi karena pelaku menyasar aspek psikologis pengguna yang dirancang untuk memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan.
SHUTTERSTOCK/TIERNEYMJ Ilustrasi keamanan siber.Menurut dia, perubahan tersebut menunjukkan bahwa keamanan digital tidak lagi cukup mengandalkan kecanggihan teknologi semata.
Pengguna juga perlu membangun kebiasaan menjaga keamanan digital atau cyber hygiene melalui verifikasi informasi, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta mengenali berbagai bentuk manipulasi.
Modus penipuan berbasis AI kian meyakinkan
Perkembangan teknologi AI juga dinilai membuat berbagai modus penipuan semakin sulit dikenali.
Laporan NordStellar mencatat pembahasan mengenai layanan Deepfake-as-a-Service (DFaaS) di forum-forum dark web meningkat sekitar 39 persen sepanjang Januari hingga Mei 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Temuan tersebut mengindikasikan teknologi deepfake semakin mudah diakses dan dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai bentuk penipuan berbasis identitas.
Di sisi lain, perkembangan teknologi AI voice cloning kini memungkinkan tiruan suara yang sangat menyerupai pemilik aslinya hanya dengan sampel audio berdurasi sekitar 10 detik. Kondisi tersebut membuat berbagai modus penipuan digital semakin sulit dikenali masyarakat, termasuk oleh orang-orang terdekat korban.
Selain memanfaatkan deepfake dan voice cloning, pelaku juga menggunakan iklan palsu di media sosial seperti Facebook, manipulasi hasil pencarian (AI search engine repositioning), hingga penyamaran sebagai layanan pelanggan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp.
Pentingnya verifikasi informasi
Ledy mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang mengatasnamakan penyedia layanan aset kripto.
PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto."Di Indodax sendiri kami tidak memiliki nomor WhatsApp Customer Support resmi. Seluruh layanan hanya dapat diakses melalui nomor telepon, e-mail, maupun kanal resmi perusahaan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri melakukan verifikasi bahkan riset mandiri (DYOR) dalam mencerna informasi sebelum mengambil keputusan," katanya.
Ia menambahkan, platform dapat menyediakan berbagai lapisan keamanan, namun keputusan akhir tetap berada di tangan pengguna.
"Platform dapat menyediakan berbagai sistem lapisan keamanan. Namun pada akhirnya, setiap keputusan tetap berada di tangan pengguna. Karena itu, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dan selalu melakukan verifikasi sebelum memberikan informasi ataupun mengambil keputusan terkait aset digital," ujar Ledy.
Literasi keamanan digital perlu ditingkatkan
Menurut Indodax, peningkatan literasi keamanan digital perlu berjalan seiring dengan penguatan teknologi.
Seiring berkembangnya berbagai modus penipuan berbasis AI, edukasi mengenai cara mengenali social engineering, phishing, deepfake, hingga penyalahgunaan identitas digital dinilai semakin penting untuk memperkuat perlindungan pengguna dalam beraktivitas di ekosistem aset kripto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#kejahatan-siber #aset-kripto #keamanan-digital #modus-penipuan #indodax