Asosiasi Produsen Keramik Harap HGBT Ditambah Jadi 80 Persen

Asosiasi Produsen Keramik Harap HGBT Ditambah Jadi 80 Persen

Asaki berharap pemerintah menambah kuota HGBT menjadi 80% untuk menyelamatkan industri keramik dari gempuran asing dan mencegah PHK.

(Kompas.com) 29/06/26 21:12 263111

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) berharap pemerintah menambah kuota Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) menjadi 80 persen.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto, mengatakan porsi HGBT itu perlu ditambah seperti semula untuk memperkuat ketahanan industri keramik di tengah gempuran produk China dan India.

“Selain berpotensi menyelamatkan industri dari ancaman PHK, Asaki menilai kebijakan ini juga akan memberikan efek berganda atau multiplier effect bagi perekonomian,” kata Edy dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).

Meski demikian, Asaki mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menurunkan harga gas bumi atau liquefied natural gas (LNG) dari 20 dollar Amerika Serikat (AS) menjadi 13 dollar AS per Metric Million British Thermal Unit (MMBTU).

Kebijakan itu dinilai bisa membuat pelaku industri keramik kembali optimistis dan percaya diri menghadapi persaingan manufaktur nasional.

Asaki juga merasa, penurunan biaya energi itu memberi kepastian usaha bagi industri nasional yang beberapa waktu terakhir tertekan.

"Kebijakan ini memberikan kepastian bagi dunia usaha, menjaga daya saing industri nasional, serta melindungi keberlangsungan lapangan kerja,” ujar Edy.

Ia menyebut, sejak harga LNG naik selama beberapa waktu terakhir, komponen biaya energi menghabiskan 50 persen total biaya produksi keramik.

Namun, dengan kebijakan baru ini ongkos biaya energi di industri keramik turun 38-40 persen dari total biaya produksi.

Asaki melihat, kebijakan ini bisa mencegah kasus pemutusan hubungan kerja atau PHK di sektor industri keramik.

Selain itu, dengan kepastian pasokan gas juga dinilai bisa mendorong industri keramik untuk ekspansi bisnisnya pada 2025-2029.

“Rencana tersebut mencakup tambahan kapasitas produksi sekitar 80 juta meter persegi, nilai investasi mencapai Rp 12 triliun, serta potensi penyerapan sekitar 6.000 tenaga kerja baru,” kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#industri-keramik #harga-gas #hgbt #asaki

https://money.kompas.com/read/2026/06/29/211200126/asosiasi-produsen-keramik-harap-hgbt-ditambah-jadi-80-persen