390.186 Siswa SMA/SMK Jatim Ikuti TKA, Ini Pesan Gubernur Khofifah

390.186 Siswa SMA/SMK Jatim Ikuti TKA, Ini Pesan Gubernur Khofifah

Sebanyak 390.186 siswa SMA/SMK Jatim ikuti TKA. Gubernur Khofifah tekankan pentingnya kesiapan teknis dan mental, serta stabilitas listrik dan internet.

(Bisnis.Com) 04/11/25 07:26 26381

Bisnis.com, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung hari pertama pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di SMA N 6 Surabaya, Senin (3/11/2025).

Diketahui, sebanyak 390.186 siswa di Provinsi Jawa Timur mengikuti gelaran TKA tersebut, yang terdiri atas 171.502 siswa SMA, 218.401 siswa SMK, 283 siswa SLB, dan 16.326 peserta Paket C.

"Hari ini anak-anak jenjang SMA/SMK/MA akan melaksanakan TKA, hasilnya nanti bisa menjadi dasar bagi anak-anak untuk masuk perguruan tinggi, maka faktor teknis pasokan listrik harus aman juga jaringan internetnya, dua hal ini saya rasa sangat penting," ujar Khofifah seusai kunjungannya, Senin (3/11/2025).

TKA pun telah diatur dalam Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025. TKA bersifat opsional dengan tujuan mengukur capaian akademik peserta didik, menjadi referensi seleksi akademik, sekaligus menjadi salah satu bahan pertimbangan masuk perguruan tinggi khususnya jalur prestasi.

Pelaksanaan TKA berlangsung dalam tiga gelombang, yaitu gelombang pertama 3 November untuk mata pelajaran (mapel) wajib dan 4 November untuk mapel pilihan, gelombang kedua diselenggarakan pada tanggal 5 November untuk mapel wajib dan 6 November untuk mapel pilihan. Selanjutnya yaitu gelombang khusus pada tanggal 8-9 November untuk peserta jalur pendidikan nonformal seperti Paket C.

Dalam pelaksanaan TKA, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib. Sementara mata pelajaran pilihan, antara lain adalah Matematika lanjutan, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, ⁠Sejarah, Pendidikan Pancasila/PPKn, Projek Kreatif dan KWU, Bahasa Indonesia Lanjutan, Bahasa Inggris Lanjutan, dan Antropologi.

Untuk menjaga kelancaran pelaksanaan TKA itu, Khofifah pun telah meminta kepada seluruh satuan pendidikan, khususnya Dinas Pendidikan Jawa Timur, untuk memastikan keamanan pasokan listrik dan kestabilan jaringan internet.

Khofifah menjelaskan bahwa kesiapan teknis maupun nonteknis harus diperhatikan secara serius oleh masing-masing satuan pendidikan. Mulai dari kesiapan perangkat komputer, jaringan internet, ketersediaan listrik, hingga kesiapan mental para siswa.

"Faktor teknis seperti listrik dan jaringan internet sangat berpengaruh, jangan sampai di tengah pelaksanaan TKA dua hal ini tidak firm, maka akan sangat berpengaruh pada mental dan konsentrasi anak-anak kita," tegas Khofifah.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan, Khofifah menginstruksikan Dinas Pendidikan Jatim memastikan adanya cadangan daya berupa genset dan jaringan internet yang stabil di seluruh sekolah pelaksana TKA.

"Ini bentuk langkah antisipatif dari kemungkinan terjadinya pemadaman listrik. Melalui Pak Kadindik Jatim, saya minta agar dipastikan provider pendukung jaringan internetnya, di semua sekolah pelaksana TKA untuk tetap terjaga kestabilan jaringannya," tutur Khofifah.

Selain kesiapan teknis, Khofifah juga menekankan pentingnya kesiapan mental dari segenap siswa. Ia juga mengingatkan agar para siswa mengerjakan tes dengan penuh integritas dan percaya diri.

"Tidur yang cukup, tenang, berdoa untuk kelancaran diri sendiri, menjaga emosi tetap stabil, menyiapkan perlengkapan yang harus dibawa, datang lebih awal, hal-hal seperti ini juga pasti akan berpengaruh. Hasil TKA ini akan menjadi potret dari kompetensi yang didapatkan anak-anak," pungkasnya.

#tka-jawa-timur #siswa-sma-smk #khofifah-indar-parawansa #pelaksanaan-tka #tes-kompetensi-akademik #persiapan-tka #mata-pelajaran-wajib #jaringan-internet-stabil #pasokan-listrik-aman #kesiapan-mental

https://surabaya.bisnis.com/read/20251104/531/1925864/390186-siswa-smasmk-jatim-ikuti-tka-ini-pesan-gubernur-khofifah