PwC: Industri telekomunikasi RI masuki fase transformasi strategis
Konsultan PwC Indonesia menyatakan industri telekomunikasi nasional kini telah memasuki fase transformasi strategis dan pembangunan berkelanjutan seiring ...
(Antara) 30/06/26 17:29 264059
Jakarta (ANTARA) - Konsultan PwC Indonesia menyatakan industri telekomunikasi nasional kini telah memasuki fase transformasi strategis dan pembangunan berkelanjutan seiring dengan fundamental konsumsi yang besar bahkan di Asia Tenggara.
“Berdasarkan temuan dalam publikasi terbaru kami, ‘Indonesia Telecommunications Sector Overview and Market Update’, peluang terbesar justru terletak pada bagaimana industri ini berkembang untuk mendorong serta menangkap nilai dari ekosistem digital yang lebih luas,” ujar PwC Indonesia Telecommunications, Media, and Technology Leader Abdullah Azis dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan, total pendapatan layanan telekomunikasi diperkirakan mencapai 17-18 miliar dolar AS pada 2025 dengan layanan seluler tetap menjadi kontributor utama yang menyumbang hampir 60 persen dari total pendapatan industri.
Kondisi ini ditopang oleh lebih dari 350 juta koneksi seluler aktif per awal 2025 setara dengan tingkat penetrasi di atas 120 persen yang mencerminkan tingginya penggunaan multi-SIM di masyarakat.
Ke depan, sektor ini diproyeksikan tetap mencatat pertumbuhan tahunan majemuk (Compound Annual Growth Rate/CAGR) pada kisaran satu digit menengah hingga 2030.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspansi jaringan yang berkelanjutan, peningkatan penggunaan data per pelanggan, serta semakin luasnya penetrasi fixed broadband.
“Penguatan kapabilitas domestik serta penyelarasan dengan lanskap regulasi yang kian berkembang akan menjadi kunci untuk membuka pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Abdullah.
Dari sisi fiskal, penerbitan Peraturan Menteri Keuangan No. 1 Tahun 2026 memberikan kepastian pajak untuk pengaturan ulang bisnis melalui fasilitas nilai buku fiskal.
Hal ini memudahkan operator dalam melakukan konsolidasi dan mengelola aset secara lebih efisien.
Dengan latar belakang tersebut, lanjut Abdullah, fase pertumbuhan berikutnya menuntut sektor telekomunikasi untuk tidak hanya berfokus pada konektivitas, tetapi juga mengambil peran yang lebih strategis dalam menciptakan dan memanfaatkan nilai di dalam ekosistem digital.
Hal ini mencakup percepatan pengembangan layanan digital bernilai tambah seperti cloud, keamanan siber, AI, dan Internet of Things (IoT), sekaligus mendorong perluasan fixed broadband, memperkuat integrasi layanan fixed dan mobile, serta meningkatkan kualitas jaringan secara nasional.
“Lebih jauh, penting bagi Indonesia untuk memperkuat kemampuan teknologi dalam negeri, dengan beralih secara bertahap dari sekadar pengguna teknologi menuju peran yang lebih aktif dalam pengembangan, kepemilikan, dan inovasi platform digital,” ujar dia.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026
#tik-indonesia #pwc-indonesia #pwc #telekomunikasi #telekomunikasi-indonesia #tik