Net Sell Asing Tembus Rp 88 Triliun, Bagaimana Nasib IHSG?
Arus keluar dana asing dari pasar saham RI mencapai Rp 88,02 triliun, membuat IHSG terkoreksi 34,14%. Sentimen negatif membayangi ekonomi, dari inflasi, defisit, hingga outlook Fitch.
(Kompas.com) 02/07/26 06:22 265771
JAKARTA, KOMPAS.com - Arus keluar dana investor asing dari pasar saham Indonesia terus berlanjut.
Sepanjang 2026, nilai net sell asing mencapai Rp 88,02 triliun.
Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi 34,14 persen secara year to date (YTD).
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mencatat investor asing kembali membukukan net sell sebesar Rp 548,44 miliar pada perdagangan Rabu (1/7/2026). Dengan demikian, total net sell asing sejak awal tahun ini menyentuh Rp 88,02 triliun.
Secara teknikal, IHSG telah mengalami rebound, namun belum menunjukkan penguatan yang meyakinkan meskipun pola wave (b) dan wave (b) alt. telah terdeteksi.
Sentimen IHSG diperkirakan cenderung variatif dan berpotensi terkonsolidasi setelah sempat rebound 0,92 persen pada perdagangan Rabu.
“Berdasarkan indikator, Stochastics K-D dan Relative Strength Index (RSI) menunjukkan sinyal negatif yang didukung oleh penurunan volume transaksi,” ujar Nafan, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, sejumlah data ekonomi pada awal Juli 2026 memberikan tekanan yang cukup signifikan terhadap fundamental pasar domestik.
Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia per Juni turun menjadi 46,9 dari level 50 pada bulan sebelumnya sehingga kembali masuk ke zona kontraksi.
Selain itu, inflasi tahunan meningkat menjadi 3,34 persen secara year on year (YoY), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,08 persen YoY dan melampaui konsensus pasar sebesar 3,2 persen.
Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar 1,61 miliar dollar AS.
Defisit tersebut merupakan yang pertama sejak April 2020.
Sementara itu, nilai tukar rupiah masih mengalami depresiasi sebesar 0,25 persen menjadi Rp 17.952 per dollar AS.
Kondisi tersebut dipicu oleh tren penguatan dollar AS secara global dan berlanjutnya arus modal keluar dari pasar domestik yang membuat para investor cenderung lebih berhati-hati (prudent).
Lebih lanjut, Fitch Ratings menyampaikan bahwa risiko terhadap kepercayaan investor terhadap Indonesia meningkat meskipun fundamental ekonomi nasional secara umum masih cukup kuat.
“Fitch menyampaikan bahwa risiko terhadap kepercayaan investor terhadap Indonesia meningkat, meskipun fundamental ekonomi secara umum masih cukup kuat,” paparnya.
Oleh karena itu, lembaga pemeringkat tersebut tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB atau investment grade, tetapi menurunkan prospek (outlook) menjadi Negative.
Selama peringkat BBB masih dipertahankan, konsekuensi yang ditimbulkan diperkirakan relatif lebih terbatas dibandingkan apabila terjadi penurunan peringkat kredit (downgrade).
Di sisi eksternal, pidato Ketua The Fed Kevin Warsh juga menjadi perhatian pelaku pasar.
Menurut Nafan, Warsh menyampaikan nada yang cukup hawkish dengan menegaskan komitmen penuh The Fed terhadap independensi kebijakan moneter dan target inflasi.
Pernyataan tersebut sekaligus memupus harapan Presiden Donald Trump akan adanya pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Meski demikian, pernyataan Warsh bahwa “risiko inflasi mulai mereda” justru direspons pasar sebagai sinyal dovish relief. Sebelumnya, pelaku pasar terlalu khawatir terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih agresif dalam waktu dekat.
Ke depan, investor akan mencermati rilis data US Nonfarm Payrolls yang menjadi acuan tambahan dalam membentuk ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.
Untuk sementara, pasar memperkirakan terdapat peluang kenaikan Fed Rate paling cepat pada Oktober 2026.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#ihsg-terkoreksi #ekonomi-indonesia #net-sell-asing #fitch-outlook-negatif