Walkot Eri Cahyadi Tolak Pengunduran Diri Admin Medsos Usai Candaan yang Viral
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menolak pengunduran diri admin medsosnya, Hening Dzikrillah, usai candaan viral. Eri mendukung pemulihan mental Hening.
(Bisnis.Com) 04/11/25 10:45 26645
Bisnis.com, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa tidak menerima surat pengunduran diri yang diajukan oleh Hening Dzikrillah, perempuan pengelola atau admin media sosial (medsos) miliknya yang tak sengaja terlibat insiden tak terduga saat siaran langsung hingga menjadi bahan perbincangan warganet.
Eri menyatakan, seluruh pihak harus memberikan penilaian yang bijak bahwa kekeliruan yang dilakukan Hening tersebut bukanlah kesalahan fatal. Menurutnya, Hening sudah menunjukkan sikap kedewasaan serta tanggung jawab, dengan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan publik.
"Jadi tadi ketika saya disampaikan oleh Kadiskominfo, Sekda, terkait surat pengunduran diri, saya katakan tidak. Biarkan dia berusaha dulu untuk memperbaiki diri karena dia hanya merasa beban ketika yang terjadi itu, akhirnya dampaknya ke wali kota," ucap Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Senin (3/11/2025).
Eri menegaskan, segenap jajaran pemerintah kota, terkhususnya dirinya secara pribadi mendukung proses pemulihan mental yang sedang dijalani Hening, usai akhir-akhir ini dirinya mendapatkan beragam komentar dari warganet.
"Insyaallah dia menenangkan diri. Tapi saya sudah sampaikan, (harus tetap) masuk. Mungkin menenangkan diri butuh beberapa hari, dia juga izin mau umroh katanya, menenangkan diri (dengan) ditinggal ibadah," kata Eri.
Eri menyebut bahwa beragam respons publik terhadap kinerjanya sebagai wali kota di lapangan seharusnya tidak serta-merta juga menjatuhkan mental anak muda seperti Hening. Menurutnya, langkah yang keliru tersebut adalah tanda awal dari kesuksesan di masa depan.
"Saya tidak akan pernah membiarkan anak-anak muda yang punya potensi mati hanya karena politik. Dan saya tidak pernah membiarkan anak-anak muda yang punya potensi mati gara-gara kepentingan popularitas, persaingan untuk mencari popularitas, itu tidak akan pernah saya biarkan terjadi di Surabaya," tegasnya.
Berkaca pada kasus ini, politikus PDIP ini juga membeberkan bahwa, selama periode pertama masa jabatannya, dirinya sama sekali tidak menggunakan platform media sosial saat bekerja. Namun, ia menyadari adanya pergeseran pandangan masyarakat, dan saat ini mencoba masuk ke ranah digital untuk mensosialisasikan beragam program kerjanya ke khalayak ramai.
"Selalu saya bilang, saya selalu mengajarkan bukan popularitas yang dicari, bukan terlihat kerja yang dicari. Coba lihat, ada yang nggak pernah kerja, tapi membuat di medsos, kayak (seolah-olah) kerja. Padahal kamu cek di lokasi yang ada, ia nggak pernah ada," urai Eri.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini pun menyampaikan beberapa contoh kinerjanya yang jarang diperhatikan oleh publik. Seperti pemberian ribuan program beasiswa, rutilahu, penurunan gini ratio, penurunan angka kemiskinan hingga penurunan angka tengker atau stunting.
"Tapi kenapa ketika ada beasiswa 24.000, lalu program Rutilahu [rumah tidak layak huni] dilakukan, ya tidak ada yang menghantam? Tapi ketika ada kesalahan sedikit, langsung seperti itu, admin saya dihajar begitu," ucap Eri.
Eri pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas kasus tersebut, sekaligus meminta dukungan agar tercipta ekosistem yang mendorong generasi muda untuk berani mencoba. Dirinya menegaskan tidak akan membiarkan anak muda seperti Hening kehilangan semangat hanya karena satu kesalahan.
"Saya nonaktifkan sementara agar dia memperbaiki diri. Dia harus berani menghadapi kenyataan. Ketika ada kesalahan, jangan pernah mundur selangkah pun. Semoga ini juga menjadi pembelajaran buat diri saya dan seluruhnya," pungkasnya.
#walkot-eri-cahyadi #walkot-eri-cahyadi-tolak-pengunduran-diri-admin-medsos #admin-medsos-wali-kota-surabaya #candaan-viral #surabaya #hening-dzikrillah #media-sosial #siaran-langsung #permohonan-maaf #n-a