Rapor Kinerja Himbara Kuartal III/2025: Laba BMRI & BBRI Berkejaran
Simak rangkuman kinerja bank-bank Himbara yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN sepanjang kuartal III/2025.
(Bisnis.Com) 04/11/25 13:55 26956
Bisnis.com, JAKARTA – Himpunan bank milik negara (Himbara) telah merilis kinerja keuangan kuartal III/2025. Simak rangkuman kinerja bank-bank pelat merah sepanjang sembilan bulan tahun ini.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, BTN mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara kelompok bank ini. Hingga September 2025, laba bersih tahun berjalan BTN tumbuh 10,58% secara tahunan (year on year/YoY) mencapai Rp2,30 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp2,08 triliun.
“BTN kembali membukukan laba bersih pada kuartal III/2025 berkat konsistensi kami menjaga pertumbuhan bisnis terutama di pembiayaan sektor perumahan dan transaksi keuangan yang beragam agar bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan,” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Sementara itu, laba bersih tahun berjalan bank pelat merah seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyusut pada kuartal III/2025, dengan BMRI mencatatkan penurunan terdalam di antara ketiga bank ini.
Merujuk laporan keuangan perseroan, laba bersih Bank Mandiri susut 10,22% YoY menjadi Rp41,37 triliun pada kuartal III/2025. Pada periode yang sama tahun lalu, bank dengan logo pita emas itu membukukan laba bersih senilai Rp46,08 triliun.
Selanjutnya, ada BRI yang meraih laba senilai Rp41,23 triliun, turun 9,10% YoY dari sebelumnya Rp45,36 triliun dan BNI yang tercatat turun 7,32% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp16,43 triliun menjadi Rp15,23 triliun pada kuartal III/2025.
Namun jika dilihat dari raihan laba bersih tahun berjalan, Bank Mandiri menempati posisi teratas dengan capaian laba sebesar Rp41,37 triliun, BRI Rp41,23 triliun, BNI Rp15,23 triliun, dan BTN Rp2,30 triliun hingga September 2025.
Penekan Laba
Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menyebut penurunan laba bersih yang terjadi pada Bank Mandiri, BRI, maupun BNI sejalan dengan kondisi aktivitas ekonomi Indonesia yang belum tumbuh agresif.
“Pertumbuhannya belum agresif masih di kisaran level mendekati 5% kuartal I, kuartal II [2025] dan kemungkinan juga kuartal III/2025 juga masih di kisaran 5%,” kata Myrdal kepada Bisnis, dikutip Senin (2/11/2025).
Tak berhenti di situ, Myrdal menyebut adanya iklim perang bunga antar bank juga menjadi pemicu merosotnya laba bersih tahun berjalan sejumlah bank pada kuartal III/2025.
Selain itu, kondisi global yang tidak kondusif membuat para bankir relatif berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Dia mengatakan, Perkembangan global yang paling kentara adalah harga komoditas ekspor andalan Indonesia yang tidak mengalami kenaikan signifikan, seperti batu bara dan kelapa sawit.

Nasabah mengakses aplikasi mobile banking Livin\' by Mandiri di Jakarta, Minggu (15/6/2025). Bisnis/Himawan L Nugraha
“Jadi itu yang pada akhirnya juga memengaruhi aktivitas bisnis perbankan untuk di wilayah berbasis ekspor terutama yang ada di luar Jawa,” ungkapnya.
Di wilayah Jawa sendiri, lanjut dia, iklim bisnis cukup terdampak dengan adanya perang dagang. Dia menyebut, kedua kombinasi ini turut menjadi kontributor menyusutnya laba bank pelat merah.
Namun, dia memperkirakan laba bersih tahun berjalan Bank Mandiri, BRI, dan BNI tumbuh pada kuartal IV/2025. Keyakinan ini mempertimbangkan kebijakan injeksi likuiditas ke Himbara sebesar Rp200 triliun serta agresivitas pemerintah dalam mendongkrak aktivitas ekonomi.
“Ini yang kita lihat bisa menjadi faktor positif yang bisa mendorong performa dari Bank Mandiri, BRI ataupun juga BNI,” ujarnya.
BTN juga diperkirakan masih akan melanjutkan kinerja positif pada kuartal IV/2025. Apalagi, kata dia, pemerintah kian gencar mendorong program perumahan rakyat, yang merupakan fokus utama dari bisnis BTN. "Ditambah lagi juga iklim suku bunga yang turun lebih sehat. Jadi kita harapkan margin keuntungan mereka pun juga membaik,” ucapnya.
Rekomendasi Saham
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyebut BTN yang mencatatkan pertumbuhan laba pada kuartal III/2025 sesuai dengan ekspektasi Mirae Asset Sekuritas. Sebab sejauh ini, kinerja bank tergolong solid dibandingkan Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
Kendati begitu, Nafan menilai bahwa pergerakan saham BBTN masih cenderung mendatar atau sideways dalam jangka menengah hingga panjang. Secara teknikal, dia menyebut bahwa saham BTN saat ini belum menunjukkan arah tren kenaikan yang kuat.
Sementara untuk BMRI, BBRI, dan BBNI, Nafan melihat pergerakannya kini mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah melewati tekanan harga pada periode sebelumnya.
“Jadi untuk Bank Mandiri, BRI, dan BNI itu memang kalau dilihat dari kasat mata kan major sideways, tapi saya katakan major accumulation phase, mengingat sebelumnya fase markdown itu sudah terlewati dengan baik,” tutur Nafan kepada Bisnis.
Nafan menuturkan saham BBNI dan BBRI saat ini berada pada fase akumulasi, dengan harga sudah mulai stabil setelah mengalami tekanan. Rekomendasi untuk keduanya adalah pembelian bertahap (accumulative buy) guna memanfaatkan potensi kenaikan di periode mendatang.
Adapun saham BBTN dinilai telah berada di level oversold atau jenuh jual, yang menandakan peluang rebound. Saham ini juga direkomendasikan untuk dikoleksi secara bertahap.
Sedangkan saham BMRI disebut memiliki potensi kenaikan yang semakin kuat (escalating potential), sehingga juga disarankan untuk accumulative buy.
Menjelang akhir tahun, Nafan juga menyoroti adanya potensi momentum positif di pasar saham. Dia menyebut, biasanya pada kuartal IV muncul fenomena window dressing, yakni strategi investor institusi untuk mempercantik portofolio dan meningkatkan kinerja investasi menjelang tutup tahun.
Selain faktor musiman tersebut, sejumlah katalis positif juga dinilai turut memperkuat prospek pasar, seperti potensi pelonggaran kebijakan moneter, stabilitas ekonomi global dan domestik, serta situasi geopolitik dan politik dalam negeri yang relatif kondusif.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#bmri-laba-2025 #bbri-laba-2025 #bbni-laba-2025 #btn-pertumbuhan-laba #himbara-kinerja-kuartal-iii #bank-pelat-merah-laba #ekonomi-indonesia-2025 #perang-bunga-bank #kredit-bank-indonesia #harga-komodi