China Optimistis PDB Tembus US$23,9 Triliun dalam 5 Tahun, Pertumbuhan Ekonomi Rata-Rata 4%

China Optimistis PDB Tembus US$23,9 Triliun dalam 5 Tahun, Pertumbuhan Ekonomi Rata-Rata 4%

China optimistis PDB capai US$23,9 triliun dalam 5 tahun, fokus pada konsumsi domestik dan pertumbuhan ekonomi berkualitas.

(Bisnis.Com) 05/11/25 14:50 28422

Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri China Li Qiang optimistis ekonomi Negeri Panda tumbuh rata-rata 4% per tahun hingga 2030 dan menembus lebih dari US$2 triliun, didorong oleh ekspansi konsumsi dalam negeri.

Melansir Bloomberg pada Rabu (5/11/2025), Li memperkirakan produk domestik bruto (PDB) China akan melampaui 170 triliun yuan atau US$23,9 triliun dalam lima tahun ke depan, yang berarti pertumbuhan nominal rata-rata sekitar 4% per tahun hingga 2030, tanpa memperhitungkan inflasi.

Angka tersebut sejalan dengan pertumbuhan PDB nominal yang telah dilaporkan sepanjang tahun ini.

“Peningkatan ini mencerminkan kontribusi signifikan baru terhadap pertumbuhan global,” ujar Li di hadapan para pejabat pemerintah dan pelaku bisnis dalam China International Import Expo (CIIE) di Shanghai, Rabu (5/11/2025).

Dia menegaskan pemerintah akan fokus pada perluasan permintaan domestik, terutama mendorong konsumsi, untuk membuka potensi pasar dalam negeri.

Menurut ekonom Societe Generale untuk Kawasan China Raya, Michelle Lam, meski Li tidak memberikan target pasti, pernyataan tersebut mencerminkan fokus pemerintah yang kini lebih menitikberatkan pada kualitas pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar kuantitas.

“Angka itu menunjukkan bahwa pertumbuhan PDB nominal tidak akan menurun lebih jauh dari posisi sekarang. Kini, prioritas bukan lagi pada besaran PDB riil, tetapi bagaimana keluar dari tekanan deflasi,” ujar Lam.

Senior Strategist di Australia & New Zealand Banking Group, Zhaopeng Xing, menilai bahwa target PDB China lebih dari 170 triliun yuan dapat diartikan berada di kisaran 170 triliun hingga 180 triliun yuan, yang mencerminkan pertumbuhan nominal antara 4% hingga 5% per tahun.

China diperkirakan mampu mencapai target pertumbuhan PDB riil sekitar 5% tahun ini, meski ekspansi nominal melambat akibat penurunan harga. Tekanan deflasi yang berkelanjutan dianggap berbahaya karena mendorong konsumen menunda belanja, meningkatkan beban utang, dan menekan margin keuntungan, sehingga berisiko menimbulkan spiral pelemahan konsumsi dan investasi.

Untuk memutus siklus tersebut, Beijing meluncurkan kampanye “anti-involution” yang bertujuan menekan perang harga berlebihan di berbagai industri, mulai dari kendaraan listrik hingga layanan pesan antar makanan.

Pemerintah berharap langkah ini dapat memulihkan daya tawar harga, memperbaiki margin keuntungan, serta menciptakan ruang bagi pertumbuhan upah yang dibutuhkan untuk mendorong konsumsi.

Li menekankan, daya tarik pasar konsumen China tidak hanya bergantung pada laju pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada lingkungan perdagangan yang adil dan terbuka. Ia mengkritik kebijakan proteksionisme yang diterapkan sejumlah negara.

“Langkah unilateral dan proteksionis telah memberikan dampak serius terhadap tatanan ekonomi dan perdagangan internasional,” tegas Li.

Dia menambahkan, China akan terus bekerja sama dengan negara lain untuk menjaga rantai pasok global yang stabil dan terbuka.

Ketegangan dagang sempat mereda pekan lalu setelah Beijing dan Washington mencapai kesepakatan dagang di Korea Selatan. Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menyepakati pengurangan tarif serta pelonggaran kontrol ekspor dalam pertemuan puncak bersejarah yang menandai stabilisasi hubungan kedua negara setelah berbulan-bulan ketegangan.

Ketidakpastian global turut memengaruhi rencana pembangunan ekonomi China untuk lima tahun ke depan, dengan pemerintah berkomitmen membentuk model pertumbuhan berbasis permintaan domestik dan konsumsi.

Dalam rancangan rencana lima tahun 2026—2030, Beijing menargetkan peningkatan signifikan kontribusi konsumsi terhadap perekonomian, peningkatan belanja layanan publik, serta penciptaan lapangan kerja baru.

Bahasa kebijakan terbaru ini menunjukkan tekad kuat pemerintah untuk memperkuat konsumsi di dalam negeri, di tengah meningkatnya tekanan dari negara-negara lain yang menentang membanjirnya produk murah asal China di pasar global.

#pdb-china-us-23 #9-triliun-dalam-5-tahun #nilai-pdb-china #angka-pdb-china #produk-domestik-bruto-china #china-ekonomi #pertumbuhan-ekonomi-china #pdb-china #li-qiang #konsumsi-dalam-negeri #ekspansi-k

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251105/620/1926381/china-optimistis-pdb-tembus-us239-triliun-dalam-5-tahun-pertumbuhan-ekonomi-rata-rata-4