Prospek Manis Sukuk Tabungan ST015 Bisa Tembus Rp15 Triliun, Ini Penopangnya!

Prospek Manis Sukuk Tabungan ST015 Bisa Tembus Rp15 Triliun, Ini Penopangnya!

Penjualan Sukuk Tabungan ST015 diprediksi capai Rp15 triliun didorong ekspektasi penurunan suku bunga dan imbal hasil menarik, dengan tenor 2 tahun 5,2% dan 4 tahun 5,45%.

(Bisnis.Com) 10/11/25 18:25 34162

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan SBN Ritel seri Sukuk Tabungan ST015 diprediksi bakal mendulang sentimen positif oleh pasar. Analis menyebut, sejumlah katalis telah mendorong SBN Ritel pamungkas ini untuk laku di pasaran.

Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana, memprediksi bahwa penjualan ST015 secara total akan mampu menyentuh Rp15 triliun. Hal ini didasarkan pada ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut, yang menyebabkan SBN Ritel dengan imbal hasilfloating with floorkian menarik.

Pasalnya, Fikri bahkan memprediksi bahwa tren penurunan suku bunga global akan berlanjut hingga 2027. Dengan begitu, imbal hasil ST015 akan menjadi yang terbesar di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan.

“Karena ada ekspektasi penurunan BI Rate dan rate The Fed, sehingga pada saat ada pemangkasan suku bunga, karena adafloating,saya pikir mungkin ini kupon yang tertinggi dalam beberapa waktu ke depan,” katanya saat dihubungi Bisnis, Senin (10/11/2025).

Belum lagi, dibandingkan deposito, ST015 menawarkan imbal hasil yang terpaut cukup jauh. BCA misalnya, menawarkan bunga 3,00–3,25% untuk simpanan, BRI memberikan bunga deposito 3,00–3,50%, dan Mandiri sebesar 2,25–2,50% per tahun.

Fikri menilai, hal itu bakal memberikan nilai tambah bagi ST015 dibandingkan produk serupa. Belum lagi, pajak yang ditawarkan ST015 juga hanya sebesar 10% dibandingkan pajak bunga bank sebesar 20%.

Dengan begitu, Fikri memprediksi serapan pasar terhadap ST015 akan mencapai Rp15 triliun. Serapan terbesar akan dialami oleh ST015 dengan tenor pendek, dua tahun.

Senada, Portfolio Manager/Analyst Batavia Prosperindo Aset Manajemen Putri Nur Astiwi, menilai potensi penyerapan ST015 oleh pasar, masih akan cukup besar. Terlebih, produk ST015 dinilai memiliki investor yang loyal terhadap produk syariah.

“Potensi penyerapan tetap ada, walaupun penyerapan di tahap awal bisa jadi lambat karena imbal hasil yang lebih rendah. Bagaimanapun masih ada investor loyal yang beli seri ST seperti investor syariah,” katanya kepada Bisnis, Senin (10/11/2025).

Terlebih, menurutnya, selain imbal hasilfloating, kondisi likuiditas domestik yang membaik juga memberikan potensi investor akan melakukan reinvestasi ke produk ST015.

Adapun untuk diketahui, penerbitan ST015 akan berlangsung pada periode 10 November–3 Desember 2025. ST015 memiliki dua tenor, yaitu ST015T2 dan ST015T4. Tenor pendek, dua tahun, memberikan imbal hasil 5,2% dan tenor panjang selama empat tahun, memberikan imbal hasil 5,45% per tahun.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#sukuk-tabungan #st015 #sbn-ritel #penjualan-st015 #imbal-hasil-st015 #penurunan-suku-bunga #bi-rate #the-fed #kupon-tertinggi #pajak-st015 #investor-syariah #likuiditas-domestik #reinvestasi-st015 #te

https://market.bisnis.com/read/20251110/92/1927663/prospek-manis-sukuk-tabungan-st015-bisa-tembus-rp15-triliun-ini-penopangnya