Penyaluran KUR Mandiri (BMRI) Rp38,11 Triliun, Setara 92,96% Target hingga Oktober 2025
Bank Mandiri telah menyalurkan Rp38,11 triliun KUR kepada 329.012 UMKM di Indonesia hingga Oktober 2025, atau setara 92,96% dari target Rp41 triliun.
(Bisnis.Com) 11/11/25 14:56 35187
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) telah menyalurkan KUR sebesar Rp38,11 triliun kepada 329.012 pelaku UMKM di seluruh Indonesia hingga Oktober 2025.
Seiring dengan penyaluran tersebut, Bank Mandiri mencatatkan tingkat kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) di bawah 1%. SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan realisasi tersebut setara 92,96% dari target KUR Bank Mandiri pada 2025 sebesar Rp41 triliun.
“Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing,” ujar Bayu keterangan resminya, Selasa (11/11/2025).
Lanjutnya, penyaluran KUR hingga Oktober 2025 ini didominasi oleh sektor produksi sebesar 61,47% atau senilai Rp 23,43 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor pertanian sebagai motor penggerak ketahanan pangan nasional mencapai Rp 11,93 triliun atau 31,31%, sektor jasa produksi menyerap 21,34% senilai Rp 8,13 triliun, sektor industri pengolahan 7,41% atau Rp 2,82 triliun, dan sektor perikanan 1,37% atau Rp 523 miliar.
Sejak program KUR diluncurkan pemerintah pada 2008 hingga Oktober 2025, total akumulasi penyaluran KUR Bank Mandiri telah mencapai Rp300,52 triliun kepada 3,56 juta debitur di seluruh Indonesia.
Adapun, Bank Mandiri melaporkan raihan laba bersih konsolidasian kuartal III/2025 senilai Rp37,7 triliun. Lalu hingga akhir September 2025, total aset konsolidasi Bank Mandiri turut meningkat dan mencapai Rp2.563 triliun, naik 10,3% secara tahunan.
Bank Mandiri juga mencatat penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp1.764,32 triliun, tumbuh 11% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 7,7% yoy.
Pertumbuhan kredit yang solid juga diikuti dengan manajemen risiko yang terjaga. Pada akhir September 2025, rasio kredit bermasalah gross bank only tercatat 1,03%, dengan rasio pencadangan atau coverage ratio tetap terjaga baik pada level 271%.
“Pertumbuhan yang berkelanjutan menjadi prioritas utama kami. Bank Mandiri memastikan setiap langkah ekspansi dijalankan secara terukur dan selaras dengan prinsip kehati-hatian serta tata kelola yang baik untuk menjaga kualitas aset dan kinerja perseroan,” kata Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini.
Lalu, dari sisi pendanaan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 13% YoY menjadi Rp1.884 triliun hingga akhir kuartal III 2025. Komposisi CASA tetap dominan sebesar 69,3%.
#bank-mandiri #kur-bank-mandiri #umkm-indonesia #kredit-usaha-rakyat #nonperforming-loan #sektor-produksi #ketahanan-pangan #sektor-pertanian #sektor-jasa-produksi #sektor-industri-pengolahan #sektor-p