Krom Bank (BBSI) Cetak Kenaikan Laba Bersih jadi Rp126,08 Miliar per Kuartal III/2025
Krom Bank (BBSI) mencatat laba bersih Rp126,08 miliar per Kuartal III/2025, naik 17,70% YoY. Pendapatan bunga bersih tumbuh 87,14% YoY. Kredit disalurkan Rp7,96 triliun, DPK Rp6,97 triliun.
(Bisnis.Com) 11/11/25 16:20 35306
Bisnis.com, JAKARTA – PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp126,08 miliar sepanjang 9 bulan 2025. Realisasi itu meningkat 17,70% secara tahunan (year on year/YoY) dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp107,12 miliar.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, pendapatan bunga bersih Krom Bank tumbuh signifikan 87,14% YoY menjadi Rp1,26 triliun dari kuartal III/2024 sebesar Rp677,94 miliar.
Capaian positif itu ditopang oleh pendapatan bunga yang tumbuh 109,43% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp744,08 miliar menjadi Rp1,55 triliun. Pada saat yang sama, beban bunga meningkat 337,86% YoY menjadi Rp289,60 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp66,14 miliar.
Lebih lanjut, bank dengan kode emiten BBSI ini membukukan beban operasional lainnya sebesar Rp1,10 triliun hingga September 2025. Angka itu melonjak 104,87% YoY dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp539,62 miliar.
Salah satu komponen beban operasional nonbunga yang membengkak yaitu beban promosi sebesar Rp40,51 miliar. Angka itu meningkat 314,17% YoY dari kuartal III/2024 yang sebesar Rp9,78 miliar.
Selain beban promosi, impairment Krom Bank mencapai Rp902,49 miliar, meningkat 117,49% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp414,96 miliar. Beban lainnya juga meningkat 88,05% YoY menjadi Rp119,95 miliar.
Kemudian, laba operasional Krom Bank mencapai Rp163,18 miliar hingga September 2025, tumbuh 17,97% YoY dari kuartal III/2024 sebesar Rp138,32 miliar.
Sementara itu, Krom Bank mencatatkan rugi non operasional sebesar Rp1,53 miliar, meningkat 57,38% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp976,00 juta.
Dari sisi intermediasi, Krom Bank menyalurkan kredit sebesar Rp7,96 triliun, tumbuh signifikan 124,76% YoY dari kuartal III/2024 yang sebesar Rp3,54 triliun.
Adapun penyaluran kredit tersebut di imbangi dengan membaiknya non-performing loan (NPL) yang berada pada level 2,64% atau membaik 6 bps jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2,70%.
Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan menyampaikan BBSI fokus pada penyaluran kredit dan pertumbuhan yang berkualitas dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik dan kehati-hatian.
Menurutnya, pertumbuhan ini tidak terlepas dari strategi Krom Bank menyasar sektor prioritas seperti UMKM, konsumsi produktif, serta pembiayaan retail.
“Ke depannya kami optimistis penyaluran kredit di Krom Bank sendiri akan terus tumbuh khususnya di sektor produktif,” kata Anton dalam keterangannya, Selasa (11/11/2025).
Adapun hingga September 2025, Krom Bank telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebanyak Rp6,97 triliun. Raihan tersebut tumbuh signifikan 212,93% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp2,22 triliun.
Perinciannya, simpanan tabungan tumbuh signifikan 357,12% YoY dari Rp301,46 miliar menjadi Rp1,37 triliun hingga kuartal III/2025. Simpanan giro mencapai Rp23,72 miliar, naik 254,47% YoY dari sebelumnya Rp6,69 miliar. Simpanan deposito Krom Bank juga tumbuh 190,14% YoY menjadi Rp5,56 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp1,91 triliun.
Anton mengatakan peningkatan jumlah nasabah ini tidak lepas dari strategi perseroan dalam memperkuat daya saing bertumpu pada inovasi yang berkelanjutan dan perluasan ekosistem.
Dia menuturkan, Krom Bank secara aktif fokus pada dua hal utama yaitu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai produk inti kami.
“Untuk ekspansi, kami menginisiasi berkolaborasi dengan pihak-pihak strategis, baik di dalam maupun di luar ekosistem kami, guna mempercepat akuisisi nasabah baru dan memperluas penggunaan Krom di masyarakat,” tuturnya.
Melihat indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Krom Bank menurun dari 101,38% menjadi 49,45%. Kualitas kredit bank secara keseluruhan membaik, tercermin dari penurunan rasio NPL gross dari 2,70% menjadi 2,64% dan NPL net menjadi 1,10% dari sebelumnya 0,24%.
Adapun, pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) menurun dari level 20,30% menjadi 20,18%, sedangkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional meningkat dari kuartal III/2024 81,62% menjadi 86,96% pada kuartal III/2025.
#krom-bank #bbsi #laba-bersih #pendapatan-bunga #beban-operasional #penyaluran-kredit #non-performing-loan #dpk #simpanan-tabungan #simpanan-giro #simpanan-deposito #rasio-kewajiban #net-interest-margi