BRPT Realisasikan Capex Rp8,02 Triliun, Bangun Pabrik hingga Genjot Akuisisi
PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) merealisasikan capex Rp8,02 triliun pada Januari-September 2025 untuk pembangunan pabrik, peningkatan kapasitas geothermal, dan akuisisi. Pendapatan melonjak 231,75% YoY
(Bisnis.Com) 12/11/25 19:10 36748
Bisnis.com, JAKARTA – PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) sepanjang Januari-September 2025 telah merealisasikan belanja modal (capex) senilai US$480 juta atau sekitar Rp8,02 triliun (kurs rupiah Rp16.701 per dolar AS).
Direktur Barito Pacific, David Kosasih mengatakan penggunaan belanja modal tersebut salah satunya dipakai untuk menambah kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi yang diharap anak usaha, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN)
"Capex untuk sembilan bulan tahun 2025 saat ini kurang lebih sekitar US$480 juta. Mayoritas merupakan penggunaan untuk beberapa proyek, ada pembangunan pabrik, peningkatan kapasitas juga di aset geothermal kami, dan beberapa akuisisi yang kami lakukan di tahun ini," ujarnya dalam online public expose, Rabu (12/11/2025).
Adapun, peningkatan kapasitas panas bumi tersebut dikerjakan di proyek retrofit Wayang Windu Unit 1 dan 2 dengan tambahan kapasitas mencapai 18,4 MW yang keduanya ditargetkan selesai di kuartal IV 2025. Kemudian, proyek retrofit Darajat Unit 3 dengan tambahan kapasitas 7 MW dan ditargetkan selesai pada 2026.
Selain itu, ada pula proyek baru yang sedang tahap konstruksi, yaitu Wayang Windu Unit 3 yang memiliki kapasitas 30 MW. Proyek ini ditargetkan selesai pada kuartal IV 2026. Kemudian proyek Salak Unit 7 dengan kapasitas 40 MW dan ditargetkan akan rampung kuartal IV/2026.
Sedangkan untuk akuisisi, BRPT melalui anak usahanya PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) tahun ini merampungkan akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. dari Shell. Akuisisi tersebut ditebus dengan harga US$253,74 juta yang dibayarkan oleh anak usaha TPIA, CAPGC Pte. Ltd. pada 1 April 2025.
Dari jumlah tersebut, TPIA membayar US$202,99 juta, sesuai dengan porsi kepemilikan saham Chandra Asri Capital Pte. Ltd. sebesar 80% di dalam CAPG Pte. Ltd. Sedangkan sisanya, Glencore Asian Holdings Pte. Ltd. yang menggenggam 20% saham CAPGC Pte. Ltd. membayar US$50,74 juta untuk merampungkan transaksi pengambilalihan tersebut.
Setelah transaksi 100% saham Shell Singapore Energy Park Pte. Ltd. sepenuhnya menjadi milik perusahaan joint venture TPIA dan Glencore. CAPGC Pte. Ltd. sebagai pemilik baru mengubah nama perusahaan tersebut menjadi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE).
Tak hanya itu, melalui Chandra Asri Group (CAP) perseroan juga melakukan akuisisi jaringan ritel stasiun pengisian bahan bakar Esso milik ExxonMobil di Singapura.
Sedangkan untuk pembangunan pabrik, BRPT kini tengah membangun Pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon. Progres pembangunan ini mencapai 33%.
Sementara itu, Head of Investor Relations BRPT Pandu Anugrah mengatakan performa keuangan perseroan sepanjang Januari-September 2025 menunjukkan hasil positif seiring dengan ekspansi bisnis perusahaan terutama akuisisi Aster.
Dalam 9 bulan pertama 2025, pendapatan BRPT melonjak 231,75% year on year (YoY) menjadi US$5,56 miliar, yang juga dibarengi dengan lesatan laba bersih perusahaan dari US$26,80 juta menjadi US$582,15 juta.
"Seiring dengan pendapatan yang naik secara signifikan, EBITDA konsolidasi kami meningkat menjadi US$2,2 miliar atau naik 409% YoY terutama juga didorong oleh dampak konsolidasi Aster. Di luar dari itu juga pengendalian gaya disiplin serta efisiensi operasional segmen energi kami," tandas Pandu.
________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#brpt-capex #barito-pacific #belanja-modal #pembangkit-listrik #panas-bumi #proyek-retrofit #wayang-windu #darajat-unit #akuisisi-aster #chandra-asri #shell-singapore #exxonmobil-esso #pabrik-ca-edc #p