Garap Bisnis Hijau, TBS Energi (TOBA) Siapkan Capex US$600 Juta

Garap Bisnis Hijau, TBS Energi (TOBA) Siapkan Capex US$600 Juta

TBS Energi Utama (TOBA) alokasikan capex US$600 juta untuk transisi ke energi hijau dan kendaraan listrik, seiring penutupan bisnis batu bara hingga 2030.

(Bisnis.Com) 12/11/25 21:15 36849

Bisnis.com, JAKARTA – PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga US$ 600 juta untuk 5 tahun ke depan. Penyerapan belanja modal akan disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk mengejar pertumbuhan bisnis secara organik maupun anorganik.

Capex jumbo TOBA itu sejalan dengan ekspansi perseroan yang menyasar bisnis pengolahan limbah ke sejumlah negara tetangga. Di saat bersamaan, manajemen juga tengah menuntaskan sejumlah proyek energi terbarukan dan mengembangkan ekosistem bisnis kendaraan listrik.

Juli Oktarina, Direktur TBS Energi Utama mengatakan bahwa bisnis batu bara perseroan akan segera memasuki tahap penutupan secara bertahap.

“Bisnis TBS di batu bara masih berjalan, tapi cadangannya akan habis dalam 1–2 tahun ke depan. Karena itu, kami sudah menyiapkan fase transisinya, termasuk penutupan tambang dan proses reklamasi sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya di Jakarta, Rabu (12/11/2026).

Menurut Juli, langkah ini bukan hanya soal perubahan portofolio bisnis, tetapi juga menyangkut tanggung jawab lingkungan dan sosial perusahaan.

“Kami memastikan seluruh proses transisi dilakukan secara bertanggung jawab, baik dari sisi lingkungan hidup, tenaga kerja, maupun keberlanjutan ekonomi daerah sekitar tambang,” tegasnya.

Langkah transformasi itu merupakan bagian dari roadmap TBS 2030, yang menargetkan transisi menyeluruh dari bisnis berbasis batu bara menuju energi baru terbarukan (EBT).

TBS Energi Utama kini fokus mengembangkan tiga pilar bisnis utama di luar batu bara yakni manajemen limbah (waste management), energi baru dan terbarukan (new energy), serta kendaraan listrik (electric vehicles/EV).

Juli menambahkan hingga 2030 TBS Energi Utama akan mengalokasikan sekitar US$600 juta untuk mendanai proyek-proyek hijau yang masuk dalam tiga lini bisnis utama tersebut. Pendanaan ini akan berasal dari berbagai sumber, termasuk kombinasi dana internal, pembiayaan eksternal, serta potensi kerja sama strategis dengan mitra global.

Transformasi juga diwujudkan melalui peluncuran logo baru TBS yang menandai era baru perusahaan. Presiden Direktur & CEO TBS Energi Utama, Dicky Yordan, menjelaskan bahwa pergantian identitas visual bukan sekadar penyegaran tampilan, melainkan refleksi dari arah strategis perusahaan menuju bisnis yang lebih berkelanjutan.

“Transformasi ini bukan sekadar pergantian logo, tetapi representasi dari perjalanan panjang TBS untuk menjadi perusahaan yang fokus pada keberlanjutan. Kami ingin memperkuat sinergi lintas unit bisnis dan menghadirkan solusi hijau yang memberi nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat,” ujar Dicky.

Logo baru TBS mengusung elemen visual berbentuk angka “8” yang melambangkan kesinambungan dan kemakmuran. Motifnya terinspirasi dari tenun ikat khas Indonesia, seperti dari Toraja dan Flores, yang mencerminkan warisan budaya lokal dan semangat keberlanjutan.

Warna hijau mendominasi logo sebagai simbol energi bersih, inovasi, dan harmoni dengan alam.

“Bentuk infinity ini menggambarkan keberlanjutan dan keseimbangan. Sementara motif tenun menjadi simbol kolaborasi, kreativitas, dan akar budaya Indonesia yang kami bawa dalam perjalanan menuju energi hijau,” ujar Juli.

Transformasi TBS Energi Utama berlandaskan dua prinsip utama yakni for good dan for growth. Prinsip for good bermakna bahwa seluruh lini bisnis baru yang dikembangkan harus memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, sementara for growth menegaskan komitmen perusahaan untuk tetap tumbuh melalui inovasi dan diversifikasi usaha.

“Dua prinsip ini berjalan berdampingan. Kami ingin bisnis yang tumbuh sehat, tetapi juga berdampak positif bagi banyak pihak,” ujar Juli.

Untuk mendukung transformasi, TBS memperkuat peran TBS Foundation, yang menjadi pilar sosial perusahaan.

Anugraha Dezmercoledi, Executive Director TBS Foundation menjelaskan bahwa yayasan ini menjadi wadah tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan fokus pada tiga bidang utama yakni pendidikan berkualitas (quality education), kepemimpinan dan kebijakan industri berkelanjutan (top leadership & policy), serta pemberdayaan sosial (impact and equity).

“Melalui pilar pendidikan, kami ingin menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi industri hijau masa depan, terutama lewat pendidikan vokasi. Kami juga mendorong riset dan kebijakan publik yang mendukung transisi energi serta menciptakan akses pendanaan bagi bisnis sosial yang berorientasi keberlanjutan,” jelasnya.

---------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#tbs-energi #bisnis-hijau #capex-us-600-juta #energi-terbarukan #kendaraan-listrik #pengolahan-limbah #transformasi-bisnis #roadmap-tbs-2030 #transisi-energi #keberlanjutan-perusahaan #investasi-hijau #n-a

https://market.bisnis.com/read/20251112/192/1928379/garap-bisnis-hijau-tbs-energi-toba-siapkan-capex-us600-juta