Asuransi Kesehatan Sumbang 20% dari Total Portofolio Asuransi Astra
Asuransi kesehatan menyumbang 20% dari portofolio Asuransi Astra, dengan fokus pada asuransi kumpulan Garda Medika. Inovasi digital seperti fitur Express Discharge di Garda Mobile Medcare mempercepat
(Bisnis.Com) 13/11/25 11:46 37267
Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) mengungkapkan produk asuransi kesehatannya berkontribusi sekitar 20% terhadap keseluruhan portofolio perusahaan.
Presiden Direktur Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus mengeklaim setelah 17 tahun menjajaki asuransi kesehatan, kini produk itu bisa disebut sebagai salah satu pilar di perusahaan.
“Jadi kurang lebih sekitar secara kontribusi secararevenueitu sekitar 20% diversifikasi kami.Jadi yang dikenalkan asuransi Astra banyak dulu kendaraan bermotor kemudian komersial dan lain-lain. Ini ada lagi pilar yang dikatakan asuransi kesehatan,” katanya dalam acara “The Launching of Express Discharge” dari Garda Medika di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Dia berujar, dari besaran 20% itu yang sangat mendominasi kontribusi adalah asuransi kesehatan kumpulan atau korporasi, yang bernama Garda Medika. Dia turut menegaskan saat ini perusahaannya terus berfokus pada produk tersebut.
Sebab demikian, Maxi menegaskan pihaknya optimistis terhadap asuransi kesehatan, terkhusus untuk yang kumpulan. Berbeda dengan individu atau retail karena dia merasaawarenessterhadap asuransi masih rendah.
“Kalau kita bilang sektor korporasiawarenessterhadapinsuranceitu besar. Jadi lebih tinggi daripada retail, sehingga khusus untuk asuransi kumpulan kami masih optimis kali ini akan masih berpotensi dan itu juga terlihat dari pertumbuhannya di industri,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Marketing-Commercial & Health Business Director Asuransi Astra Indah Octavia berpendapat asuransi kumpulan ini unik karena sangat customized dengan disesuaikan pada kebutuhan masing-masing perusahaan.
Sebab demikian, yang menjadi strategi Astra untuk memenangkan pasar adalah membuat sebuah diferensiasi layanan (service) dengan berbagai inovasi yang dilakukan setiap tahunnya.
“Untuk selalu dapat men-deliverpelayanan yang terbaik untuk paracustomer corporatedan tentunya kepada semua karyawan dalam pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan,” ucapnya.
Sementara itu, Operation Director Asuransi Astra Hendry Yoga berpendapat tantangan dari bisnis asuransi kesehatan adalah mengenai profitabilitas. Menurutnya, bisnis ini adalah salah satu yang profitabilitasnya sangat tipis.
“Untuk business retail yang profitability-nya sangat tipis, efisiensi dan kontrol tiba-tiba menjadi hal yang sangat penting. Itulah tantangannya untuk bisa bertarung di bisnis ini. Sebab itu, saya sangatbelievebahwa dengan menggunakan teknologi ekosistem digital adalah jawabannya,” ucapnya.
Untuk merealisasikan teknologi ekosistem digital itu Asuransi Astra baru saja melakukan inovasi fitur Express Discharge dalam aplikasi Garda Mobile Medcare.
Inovasi ini mempersingkat proses kepulangan pasien rawat jalan di rumah sakit dengan menghilangkan antrean di kasir dan farmasi. Nantinya, pasien bisa langsung pulang seusai konsultasi dengan dokter, untuk biaya atau klaim dan obat bisa melalui aplikasi Garda Mobile Medcare.
Operation Director Asuransi Astra Hendry Yoga menjelaskan bahwa inovasi itu muncul lantaran merujuk statistik internal, transaksi layanan rawat jalan atauoutpatienthampir 10 kali lipat lebih banyak dari transaksi layanan rawat inap (inpatient).
“Sehingga pada waktu kami menentukan prioritas, kami bilang kalau gituproduct serviceinilet\'s startdarijourney-nyaoutpatient. Karena dia ada 10 kali lipat lebih banyak transaksinya dibanding yanginpatient,” tuturnya.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan Asuransi Astra per September 2025, jumlah premi bruto perusahaan mencapai Rp5,93 triliun, tumbuh 10,84% secarayear-on-year(YoY).
#asuransi-kesehatan #asuransi-astra #garda-medika #asuransi-korporasi #produk-asuransi #kontribusi-asuransi #asuransi-kumpulan #inovasi-asuransi #teknologi-digital #aplikasi-garda-medika #express-disch