Danantara Sebut Garuda (GIAA) Bisa Untung 2026 Usai Disuntik Rp23,67 Triliun
Danantara suntik Rp23,67 triliun ke Garuda Indonesia (GIAA) untuk restrukturisasi, diharapkan untung 2026 meski masih rugi per kuartal III/2025.
(Bisnis.Com) 13/11/25 17:06 37681
Bisnis.com, JAKARTA — Danantara menyuntikan dana kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp23,67 triliun. Seiring dengan suntikan dana itu, Danantara menilai GIAA mampu meraup untung tahun depan.
Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada kemarin, Rabu (12/11/2025), para pemegang saham menyetujui penyertaan modal sebesar Rp23,67 triliun dari PT Danantara Asset Management (Persero) melalui private placement. Penyertaan modal dilakukan dengan setoran modal tunai sebesar Rp17,02 triliun serta konversi utang pinjaman pemegang saham sebesar Rp6,65 triliun.
Secara rinci, dari total dana Rp23,67 triliun, sekitar Rp8,7 triliun atau 37% akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja Garuda Indonesia, meliputi pemeliharaan dan perawatan pesawat.
Sementara itu, Rp14,9 triliun atau 63% akan mendukung operasional Citilink, terdiri atas Rp11,2 triliun untuk modal kerja dan Rp3,7 triliun untuk pelunasan kewajiban pembelian bahan bakar kepada Pertamina periode 2019–2021.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan suntikan dana kepada GIAA merupakan bagian dari restrukturisasi perseroan. Restrukturisasi itu merupakan restrukturisasi menyeluruh yang melibatkan renegosiasi kewajiban dengan lessor asing, konversi sebagian utang menjadi modal, serta penempatan talenta terbaik dari dalam dan luar negeri untuk memperkuat kapasitas manajemen.
Dony mengatakan transformasi itu membutuhkan waktu. Akan tetapi, dari sisi finansial, Dony menilai tahun depan akan terlihat dampak yang dirasakan GIAA.
"Garuda Indonesia tahun depan akan raup keuntungan dan dengan demikian masuk ke fase sehat. Melihat potensi yang ada, kami sangat yakin Garuda masuk ke fase positif," kata Dony dalam konferensi pers pada Kamis (13/11/2025).
Garuda Indonesia sendiri masih membukukan rugi bersih sebesar US$182,53 juta per kuartal III/2025. Rugi GIAA itu bahkan membengkak 39,10% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya US$131,22 juta.
GIAA juga masih berkutat dengan ekuitas negatif di mana nilai liabilitas atau kewajiban melebihi asetnya. GIAA telah membukukan aset sebesar US$6,75 miliar pada periode yang berakhir 30 September 2025. Sementara, liabilitas GIAA mencapai US$8,28 miliar. Alhasil, ekuitas GIAA minus US$1,53 miliar.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#garuda-indonesia #danantara-suntik-dana #giaa-untung-2026 #private-placement-garuda #restrukturisasi-garuda #modal-kerja-garuda #operasional-citilink #konversi-utang-garuda #ekuitas-negatif-giaa #rugi