Kemenhub Siapkan Strategi Titik Rawan Banjir dan Macet di Semarang Saat Nataru

Kemenhub Siapkan Strategi Titik Rawan Banjir dan Macet di Semarang Saat Nataru

Kemenhub memprediksi titik rawan banjir dan macet di Semarang saat Nataru 2025/2026. Antisipasi serius diperlukan untuk mengatasi cuaca dan rekayasa lalu lintas.

(Bisnis.Com) 13/11/25 22:35 38017

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan memprediksi, sejumlah di wilayah Semarang dan sekitarnya bakal menjadi titik rawan banjir maupun kemacetan dalam momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Utamanya, curah hujan yang tinggi dan banjir, yang berpotensi menimbulkan kemacetan panjang di titik-titik rawan.

“Semarang memiliki karakteristik unik karena banjir bisa datang dari laut maupun darat [karena hujan] sehingga perlu antisipasi yang serius,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (13/11/2025).

Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan akan terjadi pada Desember hingga Januari atau tepat pada momen libur Nataru.

Aan menegaskan, apabila tidak dilakukan antisipasi secara serius, jalur arteri di wilayah Semarang dan sekitarnya akan sangat rawan terhadap kepadatan, terutama ketika terjadi hujan deras atau banjir. Kondisi tersebut, dapat mengganggu kelancaran lalu lintas selama masa liburan mendatang.

“Soal cuaca tolong jadi atensi mengingat terbatasnya jalur alternatif ketika terjadi banjir dan hujan secara bersamaan,” ucapnya.

Adapun, Kementerian Perhubungan tengah gencar melakukan antisipasi kemacetan, prediksi, maupun pengecekan seluruh moda transportasi laik jalan dalam menyambut liburan akhir tahun tersebut.

Sebelumnya pun, sejumlah lokasi juga sudah diprediksi menjadi titik rawan kemacetan yang perlu diantisipasi. Misalnya, ruas Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) di Parungkuda, Kab. Sukabumi yang berpotensi mengalami kemacetan parah jika tidak dikelola dengan tepat.

Tidak hanya soal cuaca, rekayasa lalu lintas juga jadi perhatian khusus. Dirjen Aan meminta dilakukan skema yang dapat mengurai kepadatan jika terjadi di ruas jalan tol.

“Rekayasa lalu lintas silakan koordinasi dengan seluruh stakeholder, lebih baik dilakukan daripada tidak sama sekali. Seperti pengalihan arus dari Kalikangkung ke Wleri, silakan koordinasikan penanganannya,” kata Aan.

Ia juga meminta antisipasi penanganan lalu lintas di wilayah aglomerasi wisata. Seperti masyarakat dari Semarang ke Bandungan, Solo, atau Yogyakarta, yang biasanya memadati ruas jalan tol, terutama di masa libur Natal dan Tahun Baru.

Prediksi dan dari pengalaman sebelumnya, saat Nataru kebanyakan orang pergi ke tempat wisata, berangkat pagi pulang sore.

Sementara itu terkait rest area, lanjut Aan, perlu juga disiapkan skema rekayasa lalu lintas di dalamnya guna mencegah antrean yang dapat membebani jalan tol, sekaligus mengatasi titik-titik rawan kepadatan seperti di Rest Area 424B di Ruas Jalan Tol Semarang.

“Rekayasa lalu lintas di rest area tolong koordinasikan dengan pengelola. Tetap cari solusi untuk mengatasi penumpukan kendaraan di area tersebut dan jangan sampai jadi sumber kemacetan,” pungkasnya.

Aan optimistis bahwa langkah-langkah tersebut membuat pelayanan angkutan selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dapat berjalan lancar dan sukses.

#semarang-banjir #semarang-macet #titik-rawan-semarang #nataru-semarang #banjir-nataru #kemacetan-nataru #prediksi-banjir-semarang #prediksi-macet-semarang #rekayasa-lalu-lintas #jalur-alternatif-semar

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251113/98/1928645/kemenhub-siapkan-strategi-titik-rawan-banjir-dan-macet-di-semarang-saat-nataru