Laris, Sukuk ST015 Terjual 54,63% dalam Sepekan
ST015 terjual 54,63% dalam sepekan, mencapai Rp5,46 triliun dari target Rp10 triliun. Produk ini menarik karena imbal hasil tinggi di tengah penurunan suku bunga.
(Bisnis.Com) 17/11/25 16:05 40655
Bisnis.com, JAKARTA – Surat utang negara untuk ritel berbasis syariah (ST) terakhir yang diterbitkan pemerintah pada tahun ini, seri ST015, laris manis di pasaran. Sepekan diperdagangkan sukuk tabungan ini telah ludes terjual lebih dari setengah target yang telah ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan data mitra distribusi ST015, PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) pukul 15.23 WIB, penjualan ST015 bertenor 4 tahun, telah terjual sebesar 34,4% atau menyisakan sekitar Rp2,62 triliun.
Sementara itu, produk ST015 dengan tenor pendek 2 tahun justru lebih laris manis di pasaran. Selama sepekan perdagangan, ST015T2 tinggal tersisa 31,8% atau setara dengan Rp1,90 triliun. Dengan kata lain, ST015T2 telah ludes terjual sekitar Rp4,09 triliun selama 7 hari semenjak diperdagangkan.
Dengan begitu, secara total, ST015 telah ludes terjual sekitar 54,63% atau setara dengan Rp5,46 triliun dari total Rp10 triliun yang ditargetkan oleh pemerintah.Capaian itu sejalan dengan target sejumlah mitra distribusi yang turut memperdagangkan produk ini.
Head of PR & Corporate Communication Bibit William menerangkan daya tarik produk pamungkas SBN Ritel ini cukup besar di pasaran, salah satunya imbal hasil yang ditawarkan, di tengah tren penurunan suku bunga BI dan global. ST yang menawarkan kupon mengambang dengan batas terendah, memberikan kesempatan bagi investor untuk mendapatkan kupon yang lebih tinggi dibandingkan terbitan SBN Ritel ke depan.
“Produk ST015 masih terbilang menarik karena menjadi SBN terakhir di tahun 2025 di tengah tren penurunan suku bunga. Imbal hasilnya cukup besar dibandingkan rata-rata bunga deposito yang dijamin LPS. Sekalipun di kemudian hari terjadi kenaikan suku bunga, karena sifatnya floating with floor, investor bisa mendapatkan imbal hasil lebih,” katanya beberapa waktu lalu.
COO Bareksa Ni Putu Kurnisari juga optimistis bahwa penjualan ST015 akan melebihi realisasi penjualan SBN Ritel sebelumnya. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap instrumen pendapatan tetap syariah berisiko rendah.
Bahkan, Putu menerangkan bahwa secara historis, terdapat tren penyerapan yang lebih tinggi oleh investor terhadap produk SBN Ritel berbasis syariah dibandingkan seri konvensional.
“Bareksa memproyeksikan penjualan ST015 dapat tumbuh sekitar 10–15% dibandingkan realisasi seri SBN Ritel sebelumnya. Optimisme ini didorong oleh stabilitas inflasi, meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi, serta prospek penurunan suku bunga membuat investor akan melirik SBN Ritel salah satunya ST015 sebagai instrumen defensif,” katanya beberapa waktu lalu.
#st015 #surat-utang-negara #sukuk-tabungan #st015-terjual #st015-laris-manis #st015-4-tahun #st015-2-tahun #st015t2 #imbal-hasil-st015 #kupon-mengambang #sbn-ritel #investasi-syariah #penurunan-suku-bu
https://market.bisnis.com/read/20251117/92/1929451/laris-sukuk-st015-terjual-5463-dalam-sepekan