Thrifting Meledak-Banjir Impor Murah, Indef: Produk Lokal Terancam

Thrifting Meledak-Banjir Impor Murah, Indef: Produk Lokal Terancam

Fenomena thrifting dan impor murah dari China disebut mengancam produk lokal Indonesia sehingga perlu ditindak secara tegas.

(Bisnis.Com) 18/11/25 08:10 41375

Bisnis.com, JAKARTA — Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut fenomena baju bekas (thrifting) hingga impor murah asal China yang membanjiri pasar Indonesia semakin menekan industri tekstil dan pakaian jadi dalam negeri.

Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef Andry Satrio Nugroho mengatakan tren belanja pakaian bekas bermerek membuat masyarakat semakin terpaku pada citra merek asing, sedangkan produk lokal masih belum menjadi pilihan utama.

Andry menyebut, pemerintah perlu melakukan pengamanan perdagangan yang tegas, agar produk lokal tak kalah saing di pasar domestik. Menurutnya, situasi ini mempertegas tantangan utama, yakni rendahnya familiaritas masyarakat terhadap produk buatan dalam negeri.

Dia juga menilai, kualitas dan harga produk lokal harus ditingkatkan agar mampu bersaing, mengingat banyak produk berstandar ekspor justru tidak tersedia di pasar domestik.

“Dari sisi kualitas kita harus memiliki standar yang dijual di dalam negeri, karena kita tahu juga kualitas sudah cukup bagus banyak produk-produk yang ekspor orientated tetapi banyak di antaranya tidak dijual di dalam negeri,” kata Andry kepada Bisnis, Senin (17/11/2025).

Selain thrifting, menurut Andry, tekanan besar juga datang dari produk impor murah dari China yang diduga melakukan praktik dumping dan memukul harga pasar domestik.

“Bagaimana pada hari ini problem-nya bukan hanya produk-produk thrifting tetapi juga produk-produk yang masuk dari China dan juga mungkin wilayah-wilayah sekitarnya yang masuk,” ujarnya.

Untuk itu, Andry mendorong pemerintah mengambil tindakan pengamanan perdagangan yang lebih komprehensif, termasuk upaya mengubah perilaku konsumen agar lebih mendukung produk buatan lokal.

Apalagi, dia mengungkap ada berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku industri lokal, mulai dari perpajakan hingga ekosistem industri yang belum terintegrasi, sehingga menyulitkan usaha dalam negeri untuk bersaing.

Untuk itu, menurutnya, perlu insentif fiskal dan nonfiskal serta dukungan lintas kementerian untuk memperkuat industri tekstil dan pakaian jadi nasional.

Di sisi lain, Andry menyebut Indonesia memiliki pasar besar yang harus diamankan untuk kepentingan produsen lokal. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya menyediakan alternatif toko baru sebagai pengganti sentra thrifting, melainkan juga perlu membenahi ekosistem industri secara keseluruhan.

Seperti diketahui, pemerintah bakal mensubtitusi baju thrifting yang dijual para pedagang, seperti di Pasar Senen, dengan baju lokal.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah sudah mulai melakukan substitusi dari menjual barang thrifting ke produk lokal secara bertahap, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sudah kami jalankan kok, sudah mulai kami pelan-pelan kami lakukan substitusi. Per hari ini [pedagang thrifting] sudah mulai jalan semua kok, pelan-pelan,” ujar Maman saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin (17/11/2025).

Maman menegaskan pemerintah memastikan pedagang thrifting masih dapat berjualan dalam waktu dekat lantaran mereka masih memiliki stok lama. Namun, lanjut dia, pasokan thrifting tersebut akan menipis seiring pengetatan larangan impor barang bekas.

Meski begitu, Maman menyatakan pemerintah tidak akan membiarkan para pedagang kehilangan sumber usaha, dan berencana mendorong mereka beralih menjual produk-produk merek lokal sebagai substitusi ketika stok barang impor bekas benar-benar habis.

“Tapi kan lama-lama kan pasti kan supply pasokan produknya kan pasti akan menipis. Nah itu kan nggak boleh kita biarkan. Makanya nanti kita ganti dengan produk brand lokal,” terangnya.

Adapun hingga saat ini, Maman menyampaikan pemerintah telah mengonsolidasikan sekitar 1.300 merek lokal, mencakup beragam kategori seperti pakaian, celana, sepatu, dan sandal.

#thrifting-indonesia #impor-murah-china #produk-lokal-terancam #industri-tekstil-indonesia #pakaian-bekas-bermerek #citra-merek-asing #pengamanan-perdagangan #kualitas-produk-lokal #pasar-domestik-indo

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251118/12/1929638/thrifting-meledak-banjir-impor-murah-indef-produk-lokal-terancam