BPJPH Sebut Baru 230 dari 560 Rumah Potong Hewan yang Punya Sertifikat Halal
Babe Haikal menyoroti rendahnya kepatuhan rumah pemotongan hewan (RPH) terhadap standar halal.
(Kompas.com) 18/11/25 08:13 41394
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan atau Babe Haikal menyoroti rendahnya kepatuhan rumah pemotongan hewan (RPH) terhadap standar halal. Dari 560 RPH di Indonesia, baru 230 yang memiliki sertifikat halal.
Data itu ia sampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI, Senin (17/11/2025).
“Sementara dari 560 RPH yang ada baru baru 230 yang punya sertifikat halal,” ujar Haikal di Kompleks Parlemen, Senayan.
Haikal menjelaskan kondisi banyak RPH jauh dari standar higienis. Ia menuturkan pengalamannya saat inspeksi langsung, di mana bau menyengat sudah tercium sejak turun dari mobil dan kondisi lokasi sangat kotor.
Menurutnya, jika disandingkan dengan RPH di negara lain, kondisi RPH di Indonesia masih tertinggal.
“Sangat tidak sehat. Bahkan izin saya menggunakan kalimat, kalau dibandingkan dengan negara lain yang sudah kami lakukan ‘primitif’, Pak, primitif,” kata Haikal.
Ia mencontohkan salah satu RPH di Jakarta membuang limbah secara sembarangan hingga bulu dan jeroan ayam hanyut di Kali Ciliwung.
Namun BPJPH tidak dapat menindak langsung temuan tersebut. Keterbatasan kewenangan membuat lembaga itu hanya bisa melaporkan pelanggaran ke Kementerian Lingkungan Hidup.
“Pelanggaran terjadi di situ. Kotornya minta ampun, baunya minta ampun. Bulu-bulu bertebaran di Sungai Ciliwung Pak, bulu-bulu ayam, kulit-kulit, isi perut,” ucapnya.
Ia menambahkan status RPH yang berada di bawah pemerintah daerah membuat BPJPH maupun Kementerian Pertanian tidak bisa memberi sanksi.
BPJPH meminta agar RPH berada di bawah kendali lembaga tersebut serta mendorong percepatan pengesahan Revisi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
“Kami minta RPH di bawah (BPJPH) dong, bukan kita kurang kerjaan, tapi tanggung jawab dari Allah SWT mengurusi halal dari hulu ke hilir,” ucap Haikal.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang