Resmi Dipisah, UUS BTN Resmi Jadi Bank Syariah Nasional

Resmi Dipisah, UUS BTN Resmi Jadi Bank Syariah Nasional

Bank Syariah Nasional (BSN) resmi dibentuk dari pemisahan (spin off) Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

(Kompas.com) 18/11/25 13:24 41817

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi dibentuk dari pemisahan (spin off) Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

Pembentukan BSN dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham BTN dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Selasa (18/11/2025).

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, melalui keputusan ini maka seluruh hak dan kewajiban UUS BTN dialihkan ke BSN.

DOK. BANK SYARIAH NASIONAL Setelah mengantongi izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bank Syariah Nasional (BSN) pada Kamis (2/10/2025), resmi diluncurkan.

"Ini kayak rangkaian terakhir ya dari proses spin-off syariah di mana hari ini seluruh pemegang saham BTN menyetujui UUS BTN yang bagian dari BTN selama ini, ada di neracanya BTN ini, kita pisahkan. Setelah kita pisahkan kita transfer atau alihkan ke BSN," ujarnya setelah RUPSLB di Menara BTN, Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut dia menjelaskan, proses finalisasi pengalihan aset UUS BTN ke BSN tersebut akan ditetapkan dalam RUPSLB BSN pada 19 November 2025, sehari setelah BTN menggelar RUPSLB untuk melepas hak dan kewajiban UUS.

Dengan begitu, aset BSN mencapai Rp 71,3 triliun, menjadikannya sebagai bank syariah dengan aset terbesar kedua di Indonesia.

Alasan UUS BTN dipisah dari induk usaha

Nixon menjelaskan, spin off dilakukan setelah UUS BTN digabung dengan Bank Victoria Syariah yang telah diakuisisi BTN sebelumnya.

Setelah digabung, UUS BTN memiliki total nilai aset yang telah memenuhi batas maksimal Rp 50 triliun sesuai yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2023.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan keuangan BTN tahun buku 2023 yang telah diaudit dan dipublikasikan pada kuartal I 2024, total aset UUS BTN sebesar Rp 54,3 triliun.

DOK. PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu dalam media gathering BTN di Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/9/2025).
"Oleh karena itu, perseroan selaku bank umum konvensional wajib melakukan pemisahan atau spin-off UUS," jelas Nixon.

Selain itu, dari sisi kinerja, UUS BTN menunjukkan tren pertumbuhan yang solid dalam lima tahun terakhir.

Secara Compound Annual Growth Rate (CAGR) periode 2020-2024, aset tumbuh 16,36 persen. Dari sisi pembiayaan tumbuh 15,04 persen dan dana pihak ketiga (DPK) naik 20,12 persen.

Kontribusi UUS terhadap total aset BTN juga meningkat dari 9,14 persen pada 2020 menjadi 12,90 persen pada 2024.

Jaringan UUS BTN saat ini mencakup 35 Kantor Cabang Syariah (KCS), 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS), dan 589 Kantor Layanan Syariah yang tersebar di berbagai daerah

Infrastruktur teknologi yang sebagian besar telah terpisah dari induk, serta sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, membuat UUS BTN dinilai siap beroperasi secara mandiri.

"Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan kesiapan UUS BTN untuk berdiri sendiri sebagai entitas bank umum syariah penuh," ungkapnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang

#btn #bank-syariah #uus-btn #bank-syariah-nasional

https://money.kompas.com/read/2025/11/18/132445826/resmi-dipisah-uus-btn-resmi-jadi-bank-syariah-nasional