Diminta MBS, Trump Siap Turun Tangan Akhiri Perang Sudan

Diminta MBS, Trump Siap Turun Tangan Akhiri Perang Sudan

Trump siap bantu akhiri perang Sudan atas permintaan MBS, meski AS sudah usulkan gencatan senjata. Sudan sambut baik upaya perdamaian ini.

(Bisnis.Com) 20/11/25 10:48 44218

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump menyatakan siap turun tangan menyelesaikan perang Sudan setelah diminta Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS), membuka peluang keterlibatan lebih dalam Washington dalam konflik yang telah menewaskan lebih dari 150.000 orang.

Trump menyampaikan hal itu dalam forum investasi AS–Arab Saudi di Washington pada Rabu (19/11/2025) waktu setempat. Dia mengaku sebelumnya tidak berencana terlibat dalam konflik Sudan, yang menurutnya kacau dan di luar kendali.

“Tetapi saya melihat betapa pentingnya isu ini bagi anda dan para sahabat anda di ruangan ini,” ujarnya dikutip dari Bloomberg pada Kamis (20/11/2025), merujuk pada MBS yang tengah berkunjung ke AS.

Meski Trump terkesan menyebut AS belum terlibat dalam konflik yang berkecamuk sejak April 2023 itu, pemerintahannya sebenarnya telah mengusulkan gencatan senjata tiga bulan pada awal November.

Namun, proposal tersebut ditolak oleh angkatan bersenjata Sudan, yang tengah berperang melawan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang menguasai sebagian besar wilayah barat negara tersebut.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt sebelumnya mengatakan pada 4 November bahwa Washington bekerja sama dengan Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan sejumlah negara lain untuk mendorong proses perdamaian yang mencakup aspek kemanusiaan hingga penyelesaian politik jangka panjang.

Dewan Kedaulatan Transisi Sudan yang didukung militer menyatakan menyambut upaya AS dan Arab Saudi untuk menghentikan perang. Melalui pernyataan di Telegram, Pemerintah Sudan siap melakukan pembicaraan yang serius demi mencapai perdamaian.

Sudan terus dilanda eskalasi kekerasan, terutama di wilayah Darfur, yang dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan mengalami serangkaian kekejaman. Milisi RSF dituding menyebabkan kematian hingga 2.000 orang di kota El-Fasher setelah merebut wilayah tersebut.

Laporan Integrated Food Security Phase Classification (IPC), lembaga pemantau yang didukung PBB, juga menemukan bahwa kelaparan kini meluas di berbagai penjuru Sudan.

Trump kerap menyombongkan kemampuannya mengakhiri perang, mengklaim telah menyelesaikan sedikitnya delapan konflik sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari.

Namun para pengkritik menilai klaim itu berlebihan, karena sebagian konflik yang disebutkan berskala kecil, sudah lama berakhir, atau peran Trump sebenarnya jauh lebih terbatas daripada yang ia utarakan.

Usai forum investasi tersebut, Trump kembali menyinggung Sudan melalui akun Truth Social. Dia menyebut negara itu sebagai tempat paling penuh kekerasan di dunia sekaligus krisis kemanusiaan terbesar.

“Kami akan bekerja sama dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan negara-negara Timur Tengah lainnya untuk menghentikan kekejaman ini sekaligus menstabilkan Sudan,” tulisnya.

#trump-sudan #perang-sudan #trump-mbs #konflik-sudan #gencatan-senjata-sudan #rapid-support-forces #kekerasan-darfur #trump-perdamaian-sudan #trump-arab-saudi #trump-uni-emirat-arab #trump-mesir #trump

https://kabar24.bisnis.com/read/20251120/19/1930299/diminta-mbs-trump-siap-turun-tangan-akhiri-perang-sudan