Deretan Konglomerat Pemilik KEK, Harry Tanoe hingga Dato Sri Tahir
Konglomerat seperti Hary Tanoesoedibjo, Dato Sri Tahir, dan keluarga Eka Tjipta Widjaja terlibat dalam pengembangan KEK di berbagai lokasi. Berikut perinciannya.
(Bisnis.Com) 15/10/25 16:35 4448
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Republik Indonesia tengah gencar mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam beberapa waktu belakangan. Bukan tanpa alasan, pengembangan KEK ini menjadi salah satu motor penggerak investasi nasional.
Melansir laman Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, pengembangan KEK pertama kali dilakukan pada 2009 lewat pengesahan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pengembangan KEK bakal terus dilanjutkan selama masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Khususnya, dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%.
"Sesuai arahan Presiden, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, Kawasan Ekonomi Khusus merupakan salah satu instrumen penting dalam menarik investasi dan mendorong kegiatan ekonomi," jelasnya dalam laporannya Capaian Kinerja KEK dikutip Rabu (15/10/2025).
Saat ini, Indonesia memiliki 24 Kawasan Ekonomi Khusus yang tersebar di seluruh Indonesia. Puluhan KEK itu tak hanya dikembangkan oleh pemerintah, melainkan ada yang dikembangkan oleh badan usaha secara langsung.
Beberapa nama konglomerat Indonesia seperti Hary Tanoesoedibjo hingga Dato Sri Tahir lewat perusahaan miliknya tercatat sebagai pengembang KEK di Indonesia. Secara terperinci, berikut daftarnya!
1. Hary Tanoesoedibjo - KEK Lido
KEK Lido dikembangkan oleh MNC Lido City Perusahaan terafiliasi Hary Tanoesoedibjo. Di mana, KEK ini menajdi yang pertama di wilayah aglomerasi Jabodetabek. KEK ini dikembangkan di lahan seluas 1.040 hektare (Ha) Dan telah diresmikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (31/3/2025).
Kawasan Ekonomi Khusus ini berlokasi di antara Gunung Salak, Gede, dan Pangrango sehingga udaranya berkisar 22-25 derajat di ketinggan 600 meter di atas permukaan laut.
Beberapa fasilitas yang telah dikembangkan di KEK Lido mulai dari Movieland yang merupakan kompleks studio terbesar hingga lapangan Golf 18-Hole, Golf Club, dan Private Clubhouses yang berstandar World Championship.
Tak hanya itu, KEK Lido juga memiliki area residensial yang mencakup hunian mewah, villa eksklusif, dan kondominium.
2. Dato Sri Tahir - KEK Pariwisata Kesehatan Batam
KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam seluas 47,17 hektare, akan berada di wilayah Sekupang 23,10 hektare untuk wisata kesehatan terpadu, dan wilayah Nongsa seluas 24,08 hektare untuk kawasan pariwisata.
Pengembangan area Kawasan Ekonomi Khusus ini dimulai pada 29 Mei 2024 yang bakal dikelola langsung oleh entitas usaha Dato Sri Tahir yakni Mayapada Group. KEK ini mendapat proyeksi untuk merealisasikan investasi sebesar Rp6,91 triliun sampai dengan 2032, serta menyerap tenaga kerja sebanyak 105.406 orang selama 80 tahun.
Investor utama dari KEK ini yakni Apollo Hospitals India dan Mayapada Group untuk rumah sakit internasional.
Di Sekupang, kegiatan utamanya yakni di sektor kesehatan dengan rencana pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital, Nursing Academy International, MedTech Park yang jadi pusat dari kegiatan Meetings, Incentive, Convention & Exhibition (MICE), perumahan untuk dokter, dormitori, hotel dan retail.

RSBP Batam beserta sarana pendukungnya juga akan menjadi bagian dalam KEK, dimana layanannya nanti akan terintegrasi dengan Mayapada Apollo Batam International Hospital.
Sementara itu di Nongsa, kegiatan utamanya yakni pariwisata dengan rencana bisnis retirement village & clinic dan akomodasi penunjang berupa cottages, bungalow, motel yang dikhusukan bagi wisatawan, pasien dan keluarga pendamping.
3. Keluarga Eka Tjipta Widjaja - KEK Nongsa & Tangerang
KEK Nongsa dikembangkan oleh Grup dari perusahaan yang dibangun oleh keturunan (alm) Eka Tjipta Widjaja melalui Sinar Mas Land. Setidaknya, Sinar Mas Land telah mengucurkan investasi Rp350 miliar untuk membangun kawasan ekonomi digital yang terletak di Batam, Kepulauan Riau.
Kawasan Ekonomi Khusus ini lokasinya berdekatan dengan Singapura, membuat KEK Nongsa sebagai pintu masuk bagi perusahaan teknologi berkelas internasional. Di mana, kawasan ini akan fokus menarik investor pada sektor teknologi.
Tidak tanggung-tanggung, proyeksi investasi yang dapat diserap di KEK Nongsa sampai dengan 2030 ditaksir mencapai Rp16 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 16.500 orang.
Selain itu, entitas terafiliasi Eka Tjipta Widjaja lain yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) turut mengantongi pengembangan KEK sektor edukasi, teknologi, dan Kesehatan international Banten. Di mana, hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.38/2024 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten dan mulai berlaku sejak 7 Oktober 2024.
Beleid tersebut, menyebutkan bahwa status KEK diusulkan oleh PT Surya Inter Wisesa selaku anak perusahaan BSDE.
Dalam laporannya, pengembangan KEK Banten dilaksanakan oleh BSDE di atas lahan seluas 59,68 hektare. Setelah beroperasi penuh, KEK ini ditargetkan dapat menyerap tenaga kerja hingga 13.446 orang.
Kegiatan usaha di KEK di Tangerang meliputi bidang pendidikan dengan beroperasinya Monash University sebagai universitas terbaik ke-42 di dunia, bidang riset, ekonomi digital, dan pengembangan teknologi dengan target 100 start-up, bidang kesehatan dengan pelayanan yang terintegrasi, serta industri kreatif.
4. SD Darmono - KEK Tanjung Lesung
Selanjutnya, sosok SD Darmono melalui entitas usaha ya yakni PT Jababeka Tbk. (KIJA) juga diketahui merupakan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Kawasan ekonomi tersebut merupakan salah satu pelopor area ekonomi khusus di Indonesia.
KEK ini dikembangkan oleh PT Banten West Java TDC yang merupakan bagian dari Jababeka Group. KEK Tanjung Lesung dikembangkan di atas tanah seluas 1500 hektar dan dilengkapi dengan prasarana infrastruktur yang lengkap seperti jalan, listrik, jaringan internet, telepon, gas, jaringan fiber optik hingga penyediaan air bersih (water treatment plant) dan pengolahan air limbah (waste water treatment plant).
Selain itu, Tanjung Lesung juga telah memiliki sejumlah penginapan bertaraf internasional seperti 44 unit vila dengan fasilitas private pool yaitu Kalicaa Villa Estate, 61 unit cottage di Tanjung Lesung Beach Hotel, Hotel Blue Fish, Sailing Club, dan Green Coral Exclusive Camping.
Berdasarkan laporannya Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, KEK Tanjung Lesung merupakan salah satu kawasan yang mampuy mencapai target tenaga kerja lebih dari 100% sepanjang 2024.
#kawasan-ekonomi-khusus #kek-indonesia #konglomerat-pemilik-kek #proyek-kek-konglomerat #proyek-kek #investasi-kek #hary-tanoesoedibjo-kek #dato-sri-tahir-kek #kek-lido #kek-batam #kek-nongsa #kek-tang