Kredit Tumbuh Melambat, Purbaya Klaim Efek Injeksi Rp200 Triliun Kelihatan Desember

Kredit Tumbuh Melambat, Purbaya Klaim Efek Injeksi Rp200 Triliun Kelihatan Desember

Efek injeksi Rp200 triliun ke perbankan oleh pemerintah diprediksi terasa pada Desember 2025, meski kredit tumbuh melambat dari 7,7% ke 7,36% di Oktober.

(Bisnis.Com) 20/11/25 15:33 44536

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan efek injeksi dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke perbankan baru akan terasa pada Desember 2025.

Purbaya tidak menampik bahwa terjadi perlambatan penurunan kredit, dari 7,7% secara tahunan pada September 2025 menjadi 7,36% secara tahunan pada Oktober 2025. Artinya, terjadi penurunan 0,34 basis persentase.

Padahal, sebelumnya bendahara negara itu meyakini penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke perbankan pada September 2025 itu bisa meningkatkan pertumbuhan kredit. Kendati demikian, dia menyatakan bahwa dampak kebijakan itu tidak akan langsung terasa.

"Setidaknya dampak penuh dari tambahnya likuiditas itu sampai 2 sampai 3 bulan setelah uang itu diinjeksikan. Jadi baru kita lihat impact penuhnya di Desember [2025], Januari [2026], kalau dilihat pertumbuhannya," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Kendati demikian, dia menyatakan bahwa dana pihak ketiga sudah tumbuh mencapai 11,5% pada Oktober 2025. Oleh sebab itu, Purbaya meyakini pertumbuhan kredit juga akan ikut tumbuh terakselerasi.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa tujuan penempatan dana itu juga untuk menjaga biaya dana rendah. Purbaya mencatat bahwa suku bunga deposito 6 bulan turun dari 6% menjadi 5,2% pada September 2025; sejalan, suku bunga kredit tertimbang juga turun dari 9,12% pada Juli 2025 menjadi 9% per Oktober 2025.

"Ini memberi indikasi bahwa intervensi pemerintah berhasil," klaimnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan penyaluran kredit perbankan masih perlu ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dia menyayangkan pertumbuhan kredit pada Oktober 2025 baru sebesar 7,36%. Padahal, Bank Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit di rentan 8% sampai dengan 11% sepanjang tahun.

“Hal ini disebabkan permintaan kredit yang belum kuat, antara lain dipengaruhi oleh sikap pelaku usaha yang masih menahan ekspansi, istilahnya wait and see,” ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil RDG Bulanan November 2025, Rabu (19/11/2025).

Perry menyampaikan, dibandingkan dengan penurunan BI rate sebesar 125 basis poin, suku bunga deposito satu bulan hanya turun sebesar 56 basis poin dari 4,81% pada awal tahun 2025 menjadi 4,25% pada Oktober 2025.

Menurutnya, hal ini terutama dipengaruhi oleh pemberian special rate kepada deposan yang mencapai 27% dari total dana pihak ketiga perbankan. Penurunan suku bunga kredit perbankan bahkan berjalan lebih lambat yaitu hanya sebesar 20 basis poin dari 9,20% pada awal tahun 2025 menjadi sebesar 9% pada Oktober 2025.

Perry juga menyebutkan bahwa fasilitas pinjaman yang belum ditarik atau undisbursed loan pada Oktober 2025 mencapai Rp2.450,7 triliun atau 22,97% dari platform kredit yang tersedia.

Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank memadai, ditopang oleh rasio alat likuid terhadap dana biaya ketiga yang meningkat menjadi sebesar 29,47% dan DPK dana biaya ketiga yang tumbuh sebesar 11,48% pada Oktober 2025.

#kredit-melambat #efek-injeksi-dana #purbaya-yudhi-sadewa #injeksi-rp200-triliun #perbankan-desember-2025 #pertumbuhan-kredit #likuiditas-perbankan #suku-bunga-deposito #suku-bunga-kredit #intervensi-p

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251120/9/1930406/kredit-tumbuh-melambat-purbaya-klaim-efek-injeksi-rp200-triliun-kelihatan-desember