Sampoerna Agro (SGRO) Lepas Bisnis Sagu Senilai Rp316,01 Miliar

Sampoerna Agro (SGRO) Lepas Bisnis Sagu Senilai Rp316,01 Miliar

Sampoerna Agro (SGRO) menjual bisnis sagu senilai Rp316,01 miliar ke afiliasi untuk fokus pada bisnis kelapa sawit yang lebih menguntungkan.

(Bisnis.Com) 21/11/25 10:38 45433

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perkebunan PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) melakukan divestasi atas bisnis sagu yang dimiliki perseroan. SGRO melalui anak usahanya menjual seluruh kepemilikan sahamnya di lini bisnis tersebut senilai Rp316,01 miliar.

Melansir keterbukaan informasi, SGRO telah menjual seluruh saham perseroan di PT National Sago Prima (NSP) kepada Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd. dan PT Sampoerna Strategic. Kedua perusahaan tersebut merupakan perusahaan afiliasi dari pengendali SGRO.

Adapun kepemilikan SGRO di National Sago Prima (NSP) digenggam oleh dua anak usaha perseroan, yaitu PT Sampoerna Bio Fuels (SBF) yang menjual 99,66% sahamnya di NSP. Sampoerna Bio Fuels mendapatkan dana segar hingga Rp314,93 miliar dari aksi ini.

Selain itu, PT Sungai Menang (SM) melakukan hal serupa dengan menjual 0,34% sahamnya di NSP. Sungai Menang mendapatkan aliran dana senilai Rp1,07 miliar untuk 9.800 lembar saham yang dilepas. SGRO sendiri menjadi pemegang 99,99% saham Sungai Menang dan Sampoerna Bio Fuels.

Dalam keterangannya, aksi divestasi ini dilakukan Sampoerna Agro dalam rangka restrukturisasi internal untuk meningkatkan efisiensi dan fokus perseroan pada bisnis kelapa sawit yang dinilai lebih menguntungkan.

Bahkan, divestasi ini dinilai mampu meningkatkan kinerja keuangan SGRO dan memberikan kesempatan bagi perseroan untuk mengalokasikan sumber daya dengan lebih optimal untuk mendukung bisnis yang lebih menguntungkan ke depan.

“Perseroan meyakini bahwa divestasi bisnis HTI dapat meningkatkan likuiditas perseroan serta memperkuat arus kas dan permodalan perseroan yang pada gilirannya dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan perseroan, termasuk seluruh pemegang saham,” kata manajemen dalam keterbukaan informasi, Jumat (21/11/2025).

Adapun transaksi ini merupakan transaksi afiliasi. Pasalnya, dua perusahaan yang membeli bisnis sagu SGRO merupakan pihak afiliasi dari perseroan. Michael Sampoerna, anak bungsu Putera Sampoerna menjadi pemegang 99,99% saham Sampoerna Strategic sekaligus menjadi CEO di Sampoerna Agri Resources.

Manajemen menerangkan bahwa tidak adanya pihak yang bersedia mengambil alih usaha bisnis sagu, membuat SGRO menjualnya kepada perusahaan afiliasi.

Adapun transaksi ini telah terlaksana pada Selasa (18/11/2025) dan dilanjutkan dengan pembuatan dan penandatanganan akta jual beli pada 19 November 2025. Dengan begitu, SGRO telah resmi melepas bisnis sagunya kepada perusahaan afiliasi.

“Mengingat saat ini masih belum ada pihak lain yang bersedia untuk mengambil alih usaha perseroan di bidang HTI komoditas sagu, maka divestasi bisnis HTI dilakukan dengan melibatkan SARPL dan PTSS, sebagai pihak afiliasi dari perseroan,” katanya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#sampoerna-agro #sgro-divestasi #bisnis-sagu #saham-sgro #national-sago-prima #sampoerna-agri-resources #sampoerna-strategic #restrukturisasi-internal #bisnis-kelapa-sawit #kinerja-keuangan-sgro #trans

https://market.bisnis.com/read/20251121/192/1930626/sampoerna-agro-sgro-lepas-bisnis-sagu-senilai-rp31601-miliar