Alasan Sekuritas Kerek Naik Rating Sektor Konsumer & Ritel
Sederet sekuritas menaikkan rating sektor konsumer dan ritel menjadi overweight. Apa saja faktor pendukungnya?
(Bisnis.Com) 22/11/25 10:10 46463
Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah sekuritas menaikkan rekomendasinya untuk sektor konsumer dan ritel yang mengindikasikan adanya peluang pemulihan kinerja pada triwulan terakhir 2025.
MNC Sekuritas, misalnya, menaikkan rating untuk sektor konsumer atau barang konsumsi pokok menjadioverweight.
“Kami meningkatkan rating kami menjadioverweightpada sektor barang konsumsi pokok, didukung oleh kebijakan yang pro-konsumsi dan ramah pertumbuhan serta basis rendah yang menarik dari 2025,” jelas Research analyst MNC Sekuritas Catherine Florencia M., dalam laporannya, Jumat (21/11/2025).
Setali tiga uang, RHB Sekuritas Indonesia mengerek naik rating untuk sektor konsumer dan ritel menjadioverweightdari sebelumnyaneutral.
“Kami memperkirakan musim liburan akan mendukung kinerja peritel pada kuartal IV/2025 dan kuartal I/2026,” ungkap Vanessa Karmajaya, analis RHB Sekuritas Indonesia, dalam laporannya, Jumat (21/11/2025).
Kedua Sekuritas ini juga menilai para emiten di sektor konsumer dan ritel berpotensi memulihkan kinerja pada triwulan IV/2025 setelah melalui tantangan yang berat pada kuartal III/2025 akibat pelemahan daya beli dan peningkatan biaya.
Menurut Catherine, tanda awal pemulihan itu setidaknya tampak dari sejumlah data makroekonomi untuk periode Oktober 2025.
Hal itu antara lain tecermin dari angka Purchasing Managers\' Index (PMI) manufaktur yang naik menjadi 52,1 pada Oktober 2025 atau bulan ketiga berturut-turut dalam fase ekspansi. Catherine mengungkapkan, kondisi itu dipengaruhi penguatan kembali pesanan baru dan produksi manufaktur, di samping meredanya pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Jumlah PHK telah mereda, menunjukkan peningkatan yang jelas dari ribuan per bulan pada awal tahun ini, yang membantu meredakan kekhawatiran akan keamanan kerja yang membebani pengeluaran konsumsi,” jelas Catherine.
Pada saat yang sama, sambungnya, Pemerintahan RI meluncurkan program magang dan kebijakan-kebijakan yang berfokus pada ketenagakerjaan dan dirancang untuk secara bertahap menyerap pengangguran dan mendorong kembali pendapatan rumah tangga.
Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Oktober 2025 mencapai level 121,0 atau naik dari 115,0 pada September 2025.
“[Kenaikan IKK] didukung oleh ekspektasi yang lebih baik terhadap pendapatan dan ketersediaan lapangan kerja, meskipun keyakinan terhadap kondisi saat ini masih lemah.”
Katalis Positif Sektor Konsumer & Ritel
Catherine meyakini, awal fase pemulihan itu dapat berlanjut hingga 2026 dengan didukung sederet katalis positif yang berpotensi meningkatkan margin dan volume emiten konsumer serta ritel.
Pertamaadalah dukungan stimulus fiskal yang prokonsumsi. Pemerintah RI misalnya mulai menggelontorkaninsentif fiskalpada Oktober–Desember 2025 melalui programbantuan langsung tunaiatau BLT yang disalurkan pada kuartal IV/2025 dengan nilai total Rp900.000 atau Rp300.000 per bulan kepada lebih dari 35 juta rumah tangga.
Kataliskeduaadalah biaya input yang relatif lebih rendah karena harga bahan baku, terutama gandum, gula, dan kakao yang telah turun dari puncaknya. Kondisi itu memberikan ruang bagi produsen barang konsumsi sehari-hari (fast moving consumer goods)untuk secara bertahap memulihkan margin sejalan dengan perbaikan volume penjualan, khususnya pada 2026.
“Kami melihat kombinasi uang yang lebih murah [yang tecermin dari pertumbuhandouble digituang beredar M1], likuiditas yang longgar, dan biaya input yang lebih rendah ini sebagai sentimen penting bagi proteksi margin pada 2025 menuju pemulihan volume dan pendapatan pada 2026 untuk sektor barang konsumsi pokok.”
Secara terpisah, Vanessa turut mengakui bahwa fase perbaikan sektor konsumer dan ritel telah terbuka pada kuartal IV/2025 dan I/2026. Potensi pemulihan itu antara lain didukung oleh faktor musiman.
“Meskipun beberapa tantangan masih ada, kami yakin titik terendah telah tercapai pada kuartal III/2025, dengan perbaikan yang diantisipasi pada kuartal IV/2025 dan I/2026,” ungkapnya.
#sekuritas-konsumer #sektor-ritel #rating-konsumer #rekomendasi-sekuritas #pemulihan-kinerja #triwulan-terakhir-2025 #mnc-sekuritas #rhb-sekuritas #sektor-barang-konsumsi #kebijakan-pro-konsumsi #purch