Bos Danantara Ungkap Alasan Bongkar Pasang Petinggi Garuda (GIAA)
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan pergantian direksi Garuda Indonesia (GIAA) bertujuan memperkuat manajemen untuk restrukturisasi dan penguatan fundamental.
(Bisnis.Com) 16/10/25 05:40 4965
Bisnis.com, JAKARTA — CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menjelaskan alasan di balik perubahan jajaran direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA).
Rosan menegaskan, perubahan jajaran direksi GIAA dilakukan untuk memperkuat tim manajemen dalam mengeksekusi rencana restrukturisasi dan penguatan fundamental maskapai pelat merah tersebut.
“Kalau dilihat secara keseluruhan, pergantian ini bukan semata-mata pergantian individu, tetapi bagian dari upaya memperkuat Garuda secara menyeluruh — baik dari sisi finansial, perencanaan, maupun pelaksanaan strateginya,” ujar Rosan saat ditemui pada agenda Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta pada Rabu (15/10/2025).
Rosan menjelaskan, Danantara sejauh ini telah menempatkan dana sebesar US$405 juta untuk memperkuat struktur keuangan Garuda, dan ke depan masih akan menambah modal sepanjang seluruh rencana bisnis dapat dieksekusi dengan baik.
Oleh sebab itu, Danantara ingin memastikan tim manajemen GIAA kuat dan solid.
Adapun, dalam proses pergantian direksi ini, Danantara juga menambah dua profesional ekspatriat dengan pengalaman di maskapai asing seperti Singapore Airlines dan Qantas Airlines untuk posisi Chief Financial Officer (CFO) dan Chief Transformation Officer (CTO).
Rosan menuturkan, langkah ini menunjukkan komitmen Danantara dalam melakukan transformasi menyeluruh terhadap Garuda Indonesia.
“Kita tidak setengah-setengah dalam menyehatkan Garuda. Justru ini adalah bentuk keseriusan kami untuk membawa Garuda menjadi lebih sehat, efisien, dan berdaya saing,” tegas Rosan.
Adapun, Rosan menuturkan pergantian Direktur Utama GIAA, Wamildan Tsani yang belum genap setahun menjabat bukan disebabkan oleh kinerjanya yang kurang optimal. Rosan menilai, seluruh jajaran direksi sudah bekerja dengan optimal selama masa jabatannya.
Namun, Rosan kembali menekankan perombakan tersebut merupakan bentuk penguatan Garuda Indonesia. Dia pun menganalogikan perubahan jajaran direksi ini seperti pergantian pemain di olah raga sepak bola.
"Mungkin istilahnya seperti ini, biarpun tim sepak bolanya bagus, tapi kan kita gak bisa kita taruh semua penyerang. Ada yang perlu bertahan juga, harus kombinasi. Bukan berarti pemain itu tidak bagus, tetapi kita memang harus mencampur keunggulan yang ada dengan skill masing-masing sehingga memiliki kekuatan penuh," jelas Rosan.
Sebelumnya, GIAA telah menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada hari ini, Rabu (15/10/2025) dengan agenda perubahan pengurus perseroan. Terdapat sejumlah nama baru yang mengisi kepengurusan GIAA.
Dalam RUPSLB 2025 tersebut para pemegang saham resmi menyetujui pengangkatan Glenny H. Kairupan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru. RUPSLB pun memberhentikan dengan hormat Wamildan Tsani yang menjabat sebagai Direktur Utama sejak 15 November 2024.
Selain itu, agenda perubahan pengurus perseroan turut menunjuk Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Wakil Direktur Utama, Balagopal Kunduvara sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Neil Raymond Mills sebagai Direktur Transformasi, serta Frans Dicky Tamara sebagai Komisaris.
“Agenda perubahan susunan pengurus ini merupakan bagian dari langkah strategis perseroan dalam memperkuat proses restrukturisasi penyehatan,” tulis Manajemen Garuda Indonesia dalam keterangan tertulis.
#garuda-indonesia #perubahan-direksi-garuda #restrukturisasi-garuda #rosan-roeslani #bpi-danantara #penguatan-manajemen-garuda #investasi-garuda #ekspatriat-garuda #transformasi-garuda #rapat-umum-peme