Hujan Ekstrem Picu Banjir Besar di Asia Tenggara, Ganggu Panen dan Isolasi Wisatawan

Hujan Ekstrem Picu Banjir Besar di Asia Tenggara, Ganggu Panen dan Isolasi Wisatawan

Hujan ekstrem di Asia Tenggara menyebabkan banjir besar, merusak lahan pertanian, dan mengisolasi ribuan wisatawan

(Bisnis.Com) 25/11/25 15:16 49722

Bisnis.com, JAKARTA — Hujan deras yang mengguyur kawasan Asia Tenggara dalam beberapa hari terakhir telah memicu banjir besar, merusak lahan pertanian, dan membuat ribuan wisatawan terjebak. Sementara itu, prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan tinggi masih akan berlanjut hingga awal pekan depan.

Mengutip Bloomberg, banjir di Thailand bagian selatan menyebabkan sedikitnya 13 orang meninggal dan merendam sekitar 800.000 rumah tangga. Sejumlah wilayah penghasil karet dan minyak sawit yang penting bagi perekonomian negara turut terendam. Di Malaysia Semenanjung, lebih dari 16.000 penduduk harus mengungsi, sementara Vietnam Tengah melaporkan 90 korban jiwa akibat banjir bandang.

Curah hujan tinggi merupakan pola umum pada periode monsun timur laut, tetapi intensitas dan dampaknya kali ini tercatat lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pusat Prediksi Iklim AS memperkirakan kondisi lebih basah dari rata-rata akan terus bertahan di wilayah terdampak, termasuk Filipina yang masih memulihkan diri dari rangkaian bencana topan dalam beberapa pekan terakhir.

Daerah paling parah terdampak di Thailand adalah Distrik Hat Yai di Provinsi Songkhla, pusat perdagangan sekaligus gerbang transportasi kawasan selatan. Kawasan ini merupakan destinasi populer wisatawan Malaysia dan menjadi lokasi salah satu dari enam bandara internasional yang dioperasikan oleh pengelola terbesar di negara tersebut, Airports of Thailand Pcl.

Lebih dari 4.000 wisatawan Malaysia dilaporkan terjebak di hotel dan Bandara Hat Yai, dan perjalanan masuk dari Malaysia menuju Thailand selatan diperkirakan dibatalkan sepanjang pekan ini, menurut laporan Bangkok Post yang mengutip keterangan Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand. Negara bagian Kelantan di Malaysia yang berbatasan langsung turut dilanda banjir.

Di Vietnam Tengah, operasi pencarian dan pemulihan masih berlangsung di empat provinsi. Pemerintah menyebut kerugian ekonomi akibat banjir telah melampaui 13 triliun dong atau sekitar US$493 juta. Lebih dari 1.000 rumah rusak atau hancur, lebih dari 80.000 hektare tanaman pangan termasuk padi rusak, dan lebih dari 3,3 juta ternak serta unggas mati atau tersapu banjir. Banjir juga menghambat panen kopi di Provinsi Dak Lak, wilayah penghasil kopi terbesar di negara tersebut.

Data Pusat Prediksi Iklim AS menunjukkan wilayah terdampak, mulai dari Vietnam hingga Thailand selatan, telah menerima curah hujan jauh di atas normal sepanjang bulan hingga 23 November. Kondisi tanah yang jenuh air makin memperbesar risiko banjir susulan karena hujan tambahan sulit diserap dengan optimal.

#hujan-ekstrem #banjir-besar #asia-tenggara #ganggu-panen #isolasi-wisatawan #banjir-thailand #banjir-malaysia #banjir-vietnam #curah-hujan-tinggi #monsun-timur-laut #dampak-ekonomi #wisatawan-terjebak

https://hijau.bisnis.com/read/20251125/651/1931559/hujan-ekstrem-picu-banjir-besar-di-asia-tenggara-ganggu-panen-dan-isolasi-wisatawan