Ambisi Emiten Happy Hapsoro Caplok Blok Migas, RATU Incar Posisi Operator

Ambisi Emiten Happy Hapsoro Caplok Blok Migas, RATU Incar Posisi Operator

PT Raharja Energi Cepu (RATU) berencana akuisisi blok migas, termasuk Blok Kasuri, untuk menjadi operator independen. Proses tender akuisisi hampir selesai.

(Bisnis.Com) 26/11/25 14:09 50946

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten afiliasi Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) membeberkan kabar terbaru ihwal akuisisi hak partisipasi atau participating interest (PI) blok minyak dan gas (migas). Dalam jangka panjang, perseroan menargetkan transformasi bisnis menjadi operator blok migas, tak sekadar pemegang hak partisipasi.

Adapun, saat ini RATU dikabarkan tengah menjajaki beberapa akuisisi hak partisipasi blok migas, yaitu berada di wilayah Jawa Timur, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Timur. Namun, yang paling santer adalah Blok Kasuri di Papua Barat yang telah disinggung manajemen bahkan sejak RATU melakukan pencatatan saham pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) awal tahun ini.

Direktur Utama RATU, Sumantri mengatakan saat ini pihaknya memang secara aktif mencari potensi-potensi aset yang bisa diakuisisi.

"Tentang Blok Kasuri dan blok-blok lainnya, karena kami terikat dengan perjanjian kerahasiaan, saya tidak bisa menjawab secara spesifik blok mana yang berproses. Tetapi saya memang bisa memastikan kita sedang melihat aset yang potensial kita akuisisi," ujarnya dalam public expose daring, Rabu (26/11/2025).

Sumantri menjelaskan, rencana akuisisi hak partisipasi blok migas yang sedang berjalan saat ini ada yang melalui proses negosiasi langsung dengan owner dan melalui skema tender yang memang dibuka secara terbuka.

Tidak ingin memberikan informasi yang melebih-lebihkan, Sumantri hanya memastikan bahwa beberapa proses akuisisi saat ini yang menggunakan skema tender telah memasuki tahap akhir.

Sumantri menuturkan bila pengumuman tender bisa dilaksanakan dalam satu hingga dua pekan ini, RATU baru bisa membeberkannya ke publik.

"Jadi itu yang paling maju [progresnya], kita sudah mengikuti tender. Dan kemudian tender ini akan diumumkan dalam satu hingga dua minggu ini. Soal waktu ini terus bergerak, saya pada kesempatan sebelumnya mengatakan target kita akhir tahun ini, paling tidak kuartal pertama tahun depan, ada aset yang bisa kita akuisisi. Kita bekerja keras untuk itu," tandasnya.

Sementara itu, ihwal strategi pendanaan RATU dalam rencana akuisisi ini, Sumantri mengatakan hal itu akan tergantung dari size aset yang akan diakuisisi. Jika target akuisisi cukup moderat dengan hanya menggunakan modal internal dan pinjaman bank, RATU akan menutupnya dengan sumber daya internal.

Sebaliknya, apabila nilai aset yang akan diakuisisi terlalu besar dan berisiko mengganggu cash flow perseroan, RATU melihat ada dua skema yang bisa dilakukan, yaitu dengan menggandeng mitra atau dengan menurunkan persentase akuisisi hak partisipasi.

Sementara itu, Direktur RATU Adrian Hartadi mengatakan saat ini perseroan memiliki fleksibilitas untuk pendanaan ekspansi. Dia menjabarkan, debt to equity ratio (DER) RATU pada kuartal III/2025 membaik ke 0,20 kali, dari 0,39 kali pada kuartal II 2025.

Hingga akhir September 2025, RATU memiliki aset sebesar US$66,3 juta, dengan liabilitas mencapai US$20,4 juta dan ekuitas sebesar US$45,8 juta.

"Artinya, kita bisa masih, apabila DER sampai dengan 4, kita masih bisa [menarik pinjaman] sampai US$164 juta. Jadi untuk pendanaannya ini kita masih buka bank loan, itu yang masih ada ruang untuk expand," ujar Adrian.

Adrian mengatakan RATU juga tidak menutup kemungkinan untuk menerbitkan obligasi, namun kemungkinannya akan dilakukan untuk membiayai ekspansi perseroan di tahun-tahun berikutnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur RATU Alexandra Sinta Wahjudewanti memaparkan rencana transformasi RATU dalam 6-10 tahun ke depan, bahwa perseroan akan melakukan ekspansi investasi operasional ke product sharing contract (PSC) dengan skala produksi yang lebih besar.

Pada fase awal, 1-3 tahun, RATU lebih memprioritaskan ekspansi non-operating investment melalui akuisisi participating interest (PI) pada PSC berskala besar tanpa mengoperasikan aset.

Saat ini, ada dua portofolio blok migas yang RATU memegang hak partisipasinya, yaitu hak partisipasi sebesar 2,24% di Blok Cepu dan hak partisipasi sebesar 8% di Blok Jabung.

Berikutnya dalam jangka menengah, 3-5 tahun, setelah fase non-operating investment RATU akan bertransisi ke investasi operasional dengan mengakuisisi PI pada PSC berproduksi skala lebih kecil dan mulai mengelola serta mengoperasikan aset secara langsung.

Dengan demikian, dalam jangka panjang RATU menargetkan transformasi strategis dari yang saat ini hanya sebagai pemegang hak partisipasi menjadi operator independen di sektor hulu migas.

"RATU memiliki visi menjadi perusahaan berfokus pada eksplorasi dan produksi migas yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan serta berkontribusi pada ketahanan energi nasional," tandasnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#rencana-akuisisi #emiten-happy-hapsoro #blok-migas #posisi-operator #raharja-energi-cepu #blok-kasuri #akuisisi-hak-partisipasi #strategi-pendanaan #transformasi-bisnis #operator-blok-migas #ekspansi

https://market.bisnis.com/read/20251126/192/1931837/ambisi-emiten-happy-hapsoro-caplok-blok-migas-ratu-incar-posisi-operator