Zulhas Sebut Kopdes Merah Putih akan Kerja Sama dengan Dapur MBG
Zulkifli Hasan menyampaikan rencana kerja sama Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
(Kompas.com) 26/11/25 14:35 50988
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan rencana kerja sama Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Informasi itu ia sampaikan saat menjadi pembicara di 16th Kompas100 CEO Forum Powered by PLN 2025.
“Nah, koperasi nanti, Pak, itu kerjasama sama dapur, SPPG,” kata Zulhas di Indonesia Convention Exhibition BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (26/11/2025).
Ia menyebut rencana pemerintah untuk mengembangkan dan menerapkan closed loop economy.
Model ekonomi ini mendorong bisnis mengurangi limbah, menjaga nilai produk, serta mendukung penggunaan ulang dan daur ulang.
Zulhas menjelaskan peran Kopdes Merah Putih sebagai off taker yang menyerap komoditas dari masyarakat.
Ketika produksi petani berlebih, gabah akan dibeli Kopdes Merah Putih seharga Rp 6.500 per kilogram.
Surplus jagung juga akan dibeli koperasi Rp 5.500 per kilogram sesuai ketetapan pemerintah.
Selama ini surplus jagung tidak terserap.
“Selama ini jagung lebih enggak ada yang beli, Pak. Harga Rp 3.000. Petani tanahnya dijual karena rugi,” kata Zulhas.
“Nah itu enggak boleh terjadi lagi. Itu yang membuat petani kita tidak produktif dan malas,” tambahnya.
Ia menyampaikan langkah ekspor akan ditempuh jika stok jagung berlebih. Harga ekspor bisa berada di kisaran Rp 4.500 per kilogram, sehingga terjadi selisih rugi sekitar Rp 1.000 per kilogram.
Jika volume surplus mencapai 6 juta kilogram, potensi kerugian sekitar Rp 6 triliun. Angka itu ia nilai lebih kecil dibandingkan alokasi bantuan yang tidak berdampak ekonomi.
“Ini mereka terhormat karena bekerja. Jadi nanti koperasi itu berfungsi sebagai outtaker. Kalau hasil telur ayamnya enggak laku, dibeli koperasi,” tutur Zulhas.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu menyebut skema bisnis ini mendorong ekonomi kerakyatan agar tumbuh lebih baik.
Ia melihat langkah ini sebagai bentuk pemberdayaan pemerintah.
“Kalau masyarakat kita berdayakan, dibimbing, dia kreatif, dia produktif, baru (ekonomi) kita bisa tumbuh banyak, baru industri bisa maju,” kata dia.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan 80.000 Kopdes Merah Putih mulai beroperasi pada Maret 2026.
Pemerintah saat ini mengebut pembangunan gerai dan gudang koperasi di berbagai daerah.
Badan Gizi Nasional selaku pelaksana program Makan Bergizi Gratis diproyeksikan memberi makan 82,9 juta masyarakat pada 2026.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang