Heboh Tumbler Hilang di KRL: Bantah Pemecatan Pegawai hingga Pergantian Dirut KCI

Heboh Tumbler Hilang di KRL: Bantah Pemecatan Pegawai hingga Pergantian Dirut KCI

Sebuah tumbler hilang di KRL memicu polemik di media sosial, hingga KAI angkat bicara tentang isu pemecatan pegawai.

(Kompas.com) 28/11/25 07:11 53276

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah tumbler yang tertinggal di KRL relasi Tanah Abang-Rangkasbitung mendadak menjadi pusat perhatian warganet di banyak platform media sosial (medsos), khususnya Threads dan X.

Pemiliknya, melalui akun Threads @anitadewl, mengeluhkan tumbler yang seharusnya ada di tas yang tertinggal, ternyata tak ada saat tas ditemukan.

Unggahan itu bahkan disebut berdampak pada pemecatan salah satu petugas KAI.

Alhasil, dari sekadar curhatan kehilangan barang, kisah itu berubah menjadi polemik yang menyeret nama PT KAI (Persero) dan memancing simpati serta emosi publik.

Panasnya pembahasan di medsos pun membuat KAI bersuara.

Menurut VP Corporate Communications KAI, Anne Purba, tak ada pemecatan pegawai pada kasus \'tumbler tertinggal dan hilang\' tersebut.

"Tidak ada pemecatan petugas seperti yang ramai disebut di media sosial," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya, KAI memastikan setiap petugas menjalankan tugas dengan mengedepankan kejujuran, transparansi, dan pelayanan yang sesuai standar.

Perusahaan pun melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari koordinasi dengan mitra petugas, sampai memastikan SOP dijalankan hingga dokumen layanan.

"Setiap keputusan terkait petugas harus berbasis fakta yang lengkap agar adil bagi semua pihak," kata dia.

Pernyataan senada juga disampaikan pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter, sebagai operator KRL Jabodetabek.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyatakan, tidak ada pemecatan pegawai atas kejadian tersebut, sebab perusahaan memiliki aturan dan prosedur terkait kepegawaian yang mengacu pada regulasi ketenagakerjaan.

"Kami perlu melakukan penelusuran lebih dulu untuk memastikan kejadian sebenarnya. KAI Commuter sendiri tidak melakukan pemecatan sebagaimana isu beredar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/11/2025).

VP Corporate Communications KAI, Anne Purba, pun menekankan bahwa barang pribadi penumpang sejatinya merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna jasa.

Maka dari itu, pihaknya mengimbau pengguna layanan KRL untuk menjaga barang pribadi selama berada di area publik seperti stasiun dan kereta.

Kendati KAI memiliki layanan Lost and Found, namun tetap diperlukan peran aktif pelanggan dalam menjaga keamanan barang pribadi.

Sebab, lingkungan dengan mobilitas tinggi menuntut kewaspadaan dari setiap orang agar perjalanan berlangsung nyaman dan aman.

"Kejadian ini menjadi pengingat bahwa barang pribadi tetap berada dalam tanggung jawab masing-masing pengguna jasa," kata Anne.

KOMPAS.com/Labib Zamani Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Asdo Artriviyanto di Stasiun Solo Balapan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (1/2/2025).

Dirut KCI dicopot

Di sisi lain, KAI selaku pemegang saham KCI melakukan pergantian pimpinan di tengah ramainya isu \'tumbler tertinggal dan hilang\'.

Mochamad Purnomosidi ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) KCI.

Ia menggantikan Asdo Artriviyanto yang telah menjabat posisi Dirut KCI selama lebih dari 2 tahun, alias sejak 30 Mei 2023.

Adapun Mochamad Purnomosidi sebelumnya merupakan Executive Vice President di LRT Jabodebek.

"Betul (ada pergantian dirut), per hari ini," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (27/11/2025).

Selain posisi pucuk pimpinan, pergantian juga terjadi pada dua jabatan direksi lainnya.

Pemegang saham mencopot Broel Rizal dari posisi Direktur Operasi dan Pemasaran, dan digantikan oleh Heri Siswanto.

Lalu, Rahim Ramdhani diberhentikan dari posisi Direktur Keuangan dan Administrasi, digantikan oleh Nugroho Dwi Sasongko.

Kendati pergantian ini terjadi di tengah panasnya isu \'penumpang kehilangan tumbler\', Karina menegaskan bahwa keduanya tidak saling berkaitan.

Ia bilang, pergantian manajemen perusahaan di tingkat direksi merupakan hal yang umum dan rutin dilakukan.

"Perlu kami sampaikan bahwa penggantian direksi tersebut tidak ada kaitan sama sekali dengan masalah tumbler. Hanya rotasi rutin saja," ucap Karina.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

#dirut-kci #pemecatan-pegawai #kai #media-sosial #tumbler-hilang

https://money.kompas.com/read/2025/11/28/071100526/heboh-tumbler-hilang-di-krl-bantah-pemecatan-pegawai-hingga-pergantian-dirut