Industri Mamin Tumbuh, Permintaan Logistik Kuliner Diproyeksikan Melesat
Pertumbuhan industri mamin di Indonesia diproyeksikan mencapai 6% pada 2025, mendorong peningkatan kebutuhan layanan logistik kuliner.
(Bisnis.Com) 29/11/25 06:50 54547
Bisnis.com, JAKARTA — Pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional yang pesat diproyeksikan mendorong kebutuhan akan layanan logistik kuliner.
Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memperkirakan pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) domestik bisa menembus 6% pada 2025.
Vice President of Marketing PT Toffin Indonesia Ario Fajar berharap pelaku dapat menjaga pertumbuhan industri mamin yang pesat dengan selalu berinovasi. Salah satu yang bisa dilakukan dengan mengusung konsep experience bar, kolaborasi, dan pop up market.
Menurutnya inovasi seperti di atas dapat memberikan pengalaman intim, personal, dan premium.
"Brand harus tetap berinovasi bersama dan mendorong kemajuan ekosistem F&B di Indonesia," ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Sisi lain, laporan Mordor Intelligence memperkirakan nilai pasar food service Indonesia mencapai US$62,4 miliar pada 2025 dan terus melesat hingga US$115 miliar pada 2030.
Pertumbuhan terbesar terjadi di wilayah Jabodetabek dan kota-kota besar di Pulau Jawa, mencerminkan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi sekaligus persaingan antar pelaku usaha yang semakin ketat.
Direktur Utama PT Citra Van Titipan Kilat atau Tiki Yulina Hastuti menuturkan pertumbuhan tersebut turut meningkatkan kebutuhan logistik yang mampu mengakomodasi pengiriman makanan dalam volume besar dengan standar yang konsisten.
“Pertumbuhan industri F&B yang sangat pesat ikut mengubah ekspektasi pelanggan. Bagi banyak pelaku usaha kuliner, pengiriman bukan lagi hanya soal logistik, tetapi bagian dari kualitas produk itu sendiri,” katanya.
Yuliana menjelaskan baik usaha kecil maupun merek yang berskala besar kini perlu memastikan produk tiba dalam kondisi prima.
Kebutuhan pendukung, lanjutnya, seperti layanan pengiriman semakin menjadi faktor penentu daya saing, seiring meningkatnya jangkauan pengiriman antar kota.
Dalam industri kuliner modern, kecepatan dan keamanan distribusi tidak lagi sekadar fungsi operasional, melainkan bagian dari kualitas produk itu sendiri, menghubungkan produsen, pelanggan, dan pengalaman menikmati makanan.
"Kami melihat peluang untuk memperkuat peran sebagai pendukung bisnis kuliner dan berupaya menjawab berkembangnya standar pengiriman di industri ini," imbuhnya.
Saat ini pihaknya menilai tingginya kebutuhan layanan logistik yang dirancang secara spesifik untuk makanan seperti Same Day Service Kuliner Nusantara untuk produk siap santap dan Froozy untuk kategori makanan beku yang memerlukan kontrol suhu serta penanganan khusus.
Di sisi lain, dia juga melihat dengan meluasnya cakupan pengiriman kuliner membuka peluang bagi UMKM untuk memperbesar pasar hingga ke berbagai kota tanpa perlu membangun fasilitas internal yang mahal.
"Dalam ekosistem ini, logistik berperan sebagai jembatan yang memungkinkan produk lokal menembus permintaan urban dan," ujarnya.
#industri-mamin #pertumbuhan-industri-makanan #logistik-kuliner #layanan-logistik #inovasi-kuliner #experience-bar #pop-up-market #pasar-food-service #pengiriman-makanan #standar-pengiriman #distribusi