Penyebab Investor Teknologi Enggan Masuk ke Cirebon
Cirebon tertinggal di Rebana karena SDM dan infrastruktur kurang siap, membuat investor teknologi enggan masuk. Fokus masih pada industri padat karya.
(Bisnis.Com) 02/12/25 12:59 57889
Bisnis.com, CIREBON - Harapan agar Kabupaten Cirebon mampu berdiri sejajar dengan daerah industri besar di Jawa Barat masih jauh dari kenyataan.
Meski masuk dalam lingkaran pengembangan Rebana Metropolitan, wilayah ini dinilai belum mampu menarik minat investor padat modal dan teknologi tinggi.
Keterbatasan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur dasar yang belum kokoh, serta perizinan yang lambat membuat Cirebon tertinggal dari daerah lain seperti Karawang dan Bekasi.
Kondisi ini menimbulkan ironi, mengingat letak geografis Cirebon yang strategis dengan akses menuju Bandara Internasional Kertajati dan Pelabuhan Patimban.
Pengamat ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menilai potensi Cirebon dalam peta investasi sebenarnya tidak kecil. Namun, ia menegaskan daya tarik daerah ini bagi investor skala besar belum terlihat nyata.
“Investasi yang masuk masih berkisar pada sektor padat karya, semisal garmen dan pengolahan rotan. Belum ada arus signifikan dari industri berbasis teknologi tinggi yang membutuhkan SDM terampil,” jelasnya, Selasa (2/12/2025).
Ia menilai pemerintah daerah belum cukup serius menyiapkan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri modern.
Menurutnya, jika ingin bersaing di koridor Rebana, Cirebon tidak bisa hanya mengandalkan upah tenaga kerja yang rendah.
Pandangan tersebut selaras dengan pengakuan Hilmi Rivai, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Cirebon.
Ia menyebut dominasi industri padat karya masih kuat karena kualitas tenaga kerja lokal rata-rata lulusan menengah ke bawah.
“Kami belum bisa memaksakan masuknya industri padat modal jika SDM belum siap. Operator mesin presisi atau teknisi terampil membutuhkan keahlian khusus, sementara mayoritas tenaga kerja di Cirebon masih terbatas kemampuannya,” ujarnya.
Selain faktor SDM, hambatan lain adalah infrastruktur. Ia menyebut ketersediaan listrik industri belum stabil, jaringan internet cepat masih terbatas, dan kawasan industri modern yang siap pakai belum terbentuk.
“Kondisi ini berbeda dengan Karawang atau Bekasi yang sudah memiliki kawasan industri mapan,” tambahnya.
Meski demikian, arus investasi tetap menunjukkan geliat positif. Berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal triwulan I 2025, tercatat 5.564 tenaga kerja terserap dari perusahaan penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Rinciannya, sebanyak 3.505 pekerja terserap dari perusahaan asing, sementara 2.149 orang berasal dari perusahaan domestik.
Sektor dominan masih industri manufaktur berbasis padat karya seperti tekstil, furnitur, dan komponen otomotif.
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menilai capaian tersebut memberi dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. “Lebih dari lima ribu tenaga kerja yang terserap hanya dalam tiga bulan pertama menunjukkan bahwa investor masih melihat Cirebon sebagai lokasi yang potensial,” ujarnya.
Imron menambahkan, kontribusi PMA tetap penting dijaga melalui regulasi yang berpihak pada dunia usaha, tanpa mengabaikan perlindungan hak-hak pekerja.
Ia juga menegaskan peran PMDN dalam menyerap tenaga kerja lokal tidak bisa dianggap remeh karena adaptif dengan kondisi sosial masyarakat sekitar.
Kendati capaian penyerapan tenaga kerja cukup tinggi, para pengamat menilai arah industrialisasi Kabupaten Cirebon masih belum jelas.
Ketergantungan pada sektor padat karya membuat daerah ini rawan gejolak. Begitu permintaan global melemah, ancaman pemutusan hubungan kerja massal kerap menghantui.
Acuviarta mengingatkan agar pemerintah daerah tidak sekadar menunggu limpahan investasi dari proyek Rebana. Ia menekankan perlunya langkah konkret berupa reformasi birokrasi, pembangunan kawasan industri terintegrasi, serta investasi jangka panjang pada pengembangan SDM.
#cirebon-investasi #rebana-metropolitan #investor-teknologi #sdm-cirebon #infrastruktur-cirebon #industri-padat-karya #pendidikan-vokasi #tenaga-kerja-cirebon #industri-teknologi-tinggi #kawasan-indust