Mangkrak, Walkot Eri Cahyadi Janji Hidupkan kembali UMKM di Pasar Burung Dolly Surabaya

Mangkrak, Walkot Eri Cahyadi Janji Hidupkan kembali UMKM di Pasar Burung Dolly Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berjanji menghidupkan kembali UMKM di Pasar Burung Dolly yang mangkrak, dengan dukungan pendampingan dan pemberdayaan ekonomi.

(Bisnis.Com) 03/12/25 13:02 59227

Bisnis.com, SURABAYA – Bangunan pasar burung yang berdiri di kawasan eks lokalisasi Dolly, Jalan Kupang Gunung, Kecamatan Sawahan, mangkrak. Banyak dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang sebelumnya berjualan di sana saat ini telah gulung tikar.

Wali Kota Surabay, Eri Cahyadi pun berencana untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut, yang diresmikan sebelumnya oleh Wali Kota Surabaya periode 2010-2020, Tri Rismaharini.

"Nanti kita ramaikan lagi ya [Pasar Burung Dolly] dengan kegiatan UMKM," beber Eri, Rabu (3/12/2025).

Berdasarkan penuturan salah satu warga yang tinggal di kawasan eks lokalisasi Dolly, tempat itu mulai sepi tak lama setelah diresmikan yakni pada sekitar tahun 2021. Aktivitas jual-beli meredup. Perlahan, banyak kios dibiarkan kosong tak terawat hingga muncul wacana pemanfaatan ulang tempat itu menjadi gedung serbaguna.

Selain itu, warga eks lokalisasi Gang Dolly juga menagih janji pemerintah kota untuk memberikan pendampingan dan pemberdayaan ekonomi pasca penutupannya pada 2014 silam. Apalagi beberapa waktu terakhir, ditemukan adanya praktik prostitusi terselubung yang terjadi di sekitar kawasan tersebut.

Eri menegaskan, pihaknya telah memberikan pendampingan dan pemberdayaan kepada warga dan pelaku UMKM di sana. Dirinya menyebut bahwa sejumlah tempat usaha juga terpantau masih melakukan aktivitas ekonomi.

"Kan sudah jalan. Di sana ada [pembuatan] sepatu, ada slipper. Itu kita gerakkan semuanya. Makanya harus masuk ke dalam sana, kalau ada yang ingin dikerjakan ada program apa? Ayo kita bantu," jelasnya.

Namun begitu, sebut Eri, terdapat sejumlah pelaku UMKM yang juga tidak mampu untuk bertahan dalam persaingan bisnis di Kota Pahlawan itu. Akibatnya beberapa lapak usaha harus tutup hingga pegawai yang dirumahkan.

"Biyen sing [dulu UMKM] slipper itu yang sudah berdiri sampai tiga lantai akeh sing melok [banyak yang ikut], mari ngono gak gelem soro, mretel [setelah itu tidak mau susah, akhirnya bubar]. Ya kan gak bisa begitu," tegasnya.

Oleh karena itu, Eri pun berharap para pelaku UMKM dapat konsisten untuk mempertahankan etos kerja maupun kualitas produk. Pemkot Surabaya juga telah bekerja sama dengan sejumlah pihak di sektor pariwisata, dan berkomitmen membantu para pelaku UMKM mencarikan calon konsumen yang tepat dan sesuai.

"Maka siapa yang bergerak ya kita langsung tunjang. Kita nanti seperti hotel-hotel bergerak, ya saya sarankan ke Dolly. Harus berani kerja, jangan cuma menunggu," pungkasnya.

#pasar-burung-dolly #umkm-surabaya #eri-cahyadi #eks-lokalisasi-dolly #pemberdayaan-umkm #ekonomi-surabaya #revitalisasi-pasar-dolly #bisnis-umkm-surabaya #janji-wali-kota-surabaya #pendampingan-umkm #n-a

https://surabaya.bisnis.com/read/20251203/531/1933800/mangkrak-walkot-eri-cahyadi-janji-hidupkan-kembali-umkm-di-pasar-burung-dolly-surabaya