BIG Conference 2025: AstraPay Ungkap Alasan Digital Payment Berkembang Pesat
AstraPay ungkap pesatnya pertumbuhan pembayaran digital di Indonesia didorong oleh perubahan perilaku, regulasi, dan infrastruktur digital yang kuat.
(Bisnis.Com) 08/12/25 17:01 65051
Bisnis.com, JAKARTA— Chief Executive Officer PT Astra Digital Arta (AstraPay) Rina Apriana menilai pertumbuhan pesat pembayaran digital di Indonesia merupakan konsekuensi dari perubahan perilaku masyarakat, perkembangan regulasi, hingga semakin kuatnya infrastruktur digital.
Menurutnya, transformasi layanan keuangan ke arah digital saat ini sudah tidak dapat dibendung.
“Digital payment atau digitalisasi keuangan ini adalah sebuah keniscayaan ya. Kita tahu semakin ke sini semakin penggunaan digital payment ini semakin berkembang dan tidak ada pilihan untuk mundur,” kata Rina dalam acara BIG Conference 2025 yang digelar Bisnis Indonesia di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Rina menjelaskan penggunaan layanan pembayaran digital kini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal itu membuat preferensi kembali ke uang tunai semakin kecil.
Dari sisi tren, kata dia, transaksi digital dalam beberapa tahun terakhir tumbuh signifikan.
“Kita lihat bahwa digital payment atau e-money transaksi itu dalam 4—5 tahun terakhir itu sesuai dengan CAGR-nya sekitar di 30%-an,” ujarnya.
Faktor infrastruktur juga memainkan peran besar dalam pertumbuhan ekosistem pembayaran digital. Rina menyebut tingginya penetrasi perangkat seluler dan banyaknya dompet digital yang digunakan masyarakat menjadi penopang utama.
Dia menambahkan, regulasi yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) turut mempercepat perkembangan ekosistem pembayaran digital, terutama melalui perluasan QRIS.
“Kita tahu bahwa saat ini, merchant QRIS itu di seluruh Indonesia itu sudah lebih dari 40 juta merchant, di mana merchant-merchant itu juga sebagian besar adalah UMKM sebetulnya,” kata Rina.
BI juga dinilai konsisten mendorong digitalisasi melalui berbagai roadmap yang memperkuat industri pembayaran. Selain itu, masuknya banyak korporasi besar ke sektor pembayaran digital turut mempercepat pertumbuhan industri.
Rina menegaskan tren digital payment masih akan terus meningkat, terlebih dengan perluasan penggunaan QRIS lintas negara.
“QRIS sekarang saja sudah bisa melalui cross-border. Jadi belanja di mana? Di Singapura, Malaysia, Thailand sudah bisa pakai QRIS juga,” katanya.
Dengan seluruh perkembangan tersebut, Rina optimistis masa depan pembayaran digital akan semakin kuat dan dinamis.
“Jadi, kalau ditanya bagaimana perkembangannya, saya bilang bahwa ini ke depannya akan semakin meriah,” katanya.
AstraPay mencatat kinerja positif hingga November 2025, dengan total pengguna terdaftar mencapai 16,9 juta. Sepanjang periode tersebut, platform dompet digital ini telah memproses lebih dari 266 juta transaksi dengan nilai transaksi melampaui Rp142 triliun.
Jaringan ekosistemnya juga terus berkembang, ditunjukkan oleh keberadaan lebih dari 29.000 merchant QRIS yang terhubung, serta dukungan 133 mitra yang memperkuat layanan pembayaran dan mobilitas digital AstraPay.
#astrapay #big-conference-2025 #bisnis-indonesia-group-conference-2025 #digital-payment #pembayaran-digital #pertumbuhan-digital #infrastruktur-digital #transaksi-digital #e-money #penetrasi-seluler #d