BI Sebut Ekonomi Kaltim Akan terus Tumbuh Masif pada 2027
Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Kaltim akan tumbuh pada 2027, didorong oleh proyek RDMP, IKN, dan industri baru, meski 2026 menjadi fase transisi.
(Bisnis.Com) 08/12/25 21:11 65449
Bisnis.com, BALIKPAPAN — Seiring rampungnya pembangunan fisik proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur tengah bersiap menghadapi fase transisi ekonomi yang krusial.
Realokasi tenaga kerja ke sektor-sektor strategis pun diprediksi akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka menengah hingga panjang.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, menyatakan penyesuaian struktur ketenagakerjaan pasca-RDMP merupakan keniscayaan.
"Meskipun proyek RDMP telah mencapai tahap penyelesaian, kami meyakini bahwa tenaga kerja yang terserap dapat dialihkan ke beberapa sektor strategis lainnya yang tengah berkembang pesat," ujarnya dalam sesi diskusi dalam gelaran Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference 2025 di Jakarta, Senin (8/12/2025)
Dengan kata lain, berakhirnya satu proyek mega bukan berarti berakhirnya kesempatan kerja. Sejumlah proyek strategis nasional dan regional akan siap menjadi peluang baru bagi perekonomian Kaltim.
Budi mengungkapkan proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi magnet utama penyerapan tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan.
Selain itu, industri baru di Bontang juga mulai menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan signifikan. Pabrik Soda Ash yang dijadwalkan mulai dibangun pada 2025 diharapkan mampu menyerap ribuan pekerja, baik pada fase konstruksi maupun operasional.
Tak hanya itu, dia menyebutkan sektor hilirisasi kelapa sawit yang mulai beroperasi turut memberikan kontribusi terhadap diversifikasi ekonomi.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Di sisi lain, Budi mengungkapkan sektor migas yang sempat lesu kini mulai bangkit kembali. Pengembangan blok migas baru, khususnya oleh perusahaan energi multinasional ENI, diproyeksikan akan memasuki tahap persiapan dan konstruksi pada periode 2026-2027.
Penemuan cadangan gas baru ini diperkirakan akan menghidupkan kembali operasional kilang Liquefied Natural Gas (LNG) di Bontang yang sebelumnya mengalami penurunan kapasitas produksi.
Menariknya, meski tahun 2026 kemungkinan besar akan menjadi masa transisi yang penuh tantangan bagi Kaltim, Budi tetap optimistis bahwa tren ekonomi akan menanjak pada 2027.
"Saya kira di tahun 2027 itu akan lebih masif lagi itu [pembangunan blok migas baru]. Nah, 2026 sudah mulai untuk persiapan, pembangunan rignya, konstruksinya dan 2028 sudah mulai [operasi]," jelasnya.
Proyeksi ini didasarkan pada perhitungan matang terkait waktu konstruksi dan operasionalisasi berbagai proyek strategis yang kini tengah dalam tahap perencanaan dan persiapan awal.
Adapun, Budi turut menyoroti pentingnya program perdagangan karbon dan ekonomi hijau sebagai pilar keberlanjutan ekonomi jangka panjang.
Jika program ini berjalan efektif, Indonesia, khususnya Kalimantan akan menuai keuntungan berlipat ganda.
"Hutan Kalimantan tidak boleh dikurangi lagi. Kita harus fokus pada reboisasi dan pemanfaatan hasil hutan non-kayu seperti kopi dan cokelat agar ekonomi tumbuh tanpa merusak lingkungan," pungkasnya.
#ekonomi-kaltim #fase-transisi #proyek-rdmp #tenaga-kerja-kaltim #proyek-strategis-kaltim #ibu-kota-nusantara #industri-bontang #pabrik-soda-ash #hilirisasi-kelapa-sawit #sektor-migas-kaltim #blok-miga