BIG Conference 2025: Tiga Kawasan Industri jadi Pusat Energi Baru Ekonomi Sumut

BIG Conference 2025: Tiga Kawasan Industri jadi Pusat Energi Baru Ekonomi Sumut

BIG Conference 2025 di Medan menyoroti tiga kawasan industri di Sumut sebagai pusat energi ekonomi baru, dengan fokus pada hilirisasi dan pertumbuhan berkelanjutan.

(Bisnis.Com) 09/12/25 15:12 66375

Bisnis.com, MEDAN— Provinsi Sumatera Utara memiliki Kawasan Strategis Nasional yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kawasan Industri Kuala Tanjung dan Kawasan Industri Medan (KIM).

Kawasan ini menjadi upaya meningkatkan ketahanan pangan regional serta meningkatkan kerjasama dalam produksi dan distribusi pangan serta hilirisasinya.

Pada kuartal III/2025, ekonomi Sumatera Utara tumbuh sebesar 4,55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan PDRB mencapai Rp315,56 triliun. Pertumbuhan ini juga didorong kuat oleh sektor industri dengan kunci hilirisasi sebagai masa depan ekonomi Sumut.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (wagub) Sumatera Utara, Surya saat membuka acara Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference 2025 bertema “Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi” di Hotel Santika, Medan, Senin (8/12/2025).

“Kami juga telah menyiapkan rencana pengembangan kawasan - kawasan ekonomi baru yang berbasis komoditi unggulan daerah, seperti kawasan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan pembangunan Kawasan Industri pada lokasi yang benar-benar strategis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, PT Kawasan Industri Nusantara (Kinra) juga menyebutkan KEK dapat menjadi pusat energi baru bagi pertumbuhan ekonomi Sumut, dengan total luas lahan 1.933,8 Ha dan investasi kumulatif sampai dengan kuartal III/2025 mencapai Rp25,97 triliun.

Direktur PT Kawasan Industri Nusantara (Kinra), Arif Budiman juga menjelaskan bahwa Sei Mangkei sendiri memang dikhususkan untuk menjadi pusat hilirisasi komoditas ekspor unggulan Sumut khususnya sawit dan karet yang beroperasi sejak Januari 2015 dan saat ini telah menyerap 7.856 tenaga kerja. Dan diperkirakan penyerapan tenaga kerja tahun 2026 sebesar 4000 orang.

“Dengan tumbuhnya investasi di KEK Sei Mangkei yang mencapai Rp25,97 triliun, maka UMKM di sekitar kawasan industri juga ikut menggeliat. Sehingga hal ini menjadi simbiosis bagi industri dan UMKM dalam pertumbuhan ekonomi di Sumut,” paparnya.

Saat ini, KEK Sei Mangkei telah mengembangkan 23 produk yang berasal dari pohon kelapa sawit dan rencana pengembangan hilirisasi pada produk-produk yang belum dikembangkan seperti Sustainable Aviation Fuel (SAF), Vitamin E, Mikrogyliserin, Cocoa Butter Substitute (CBS) dan Tocoperol.

Dengan adanya hilirisasi kelapa sawit ini KEK Sei Mangkei telah meningkatkan nilai ekspor sebesar Rp10,414.66 miliar sampai dengan kuartal III/2025) dengan tujuan ekspor pelaku usaha yakni PT Unilever Oleochemical Indonesia (Group) dan PT Basic International Sumatera.

“Dengan strategi yang tepat, KEK Sei Mangkei bukan hanya motor penggerak ekonomi, tapi ikon transformasi regional menuju kawasan industri modern, berdaya saing global dan ramah lingkungan,” kata Arif.

Disimpulkannya, kawasan ini akan menjadi ruang kolaborasi antara industri besar, pelaku usaha lokal, dan inovasi berkelanjutan.

“Inilah momentum baru untuk menjadikan Sumatera Utara sebagai pusat pertumbuhan industri hijau dan berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

#sumatera-utara #kawasan-industri #kek-sei-mangkei #ekonomi-sumut #pertumbuhan-ekonomi #industri-sumut #hilirisasi-komoditas #investasi-kek #pusat-energi-baru #industri-hijau #kawasan-ekonomi-khusus #i

https://sumatra.bisnis.com/read/20251209/534/1935401/big-conference-2025-tiga-kawasan-industri-jadi-pusat-energi-baru-ekonomi-sumut