UOB Sekuritas Proyeksikan Penguatan Likuiditas Pasar Saham Jadi Katalis IPO 2026
Prospek ekonomi, likuiditas pasar, serta sentimen potensi pemangkasan suku bunga dinilai menciptakan momentum ideal calon emiten untuk IPO 2026.
(Bisnis.Com) 09/12/25 18:30 66739
Bisnis.com, JAKARTA — Prospek ekonomi pada 2026 dan kondisi likuiditas pasar modal yang bergairah dinilai menciptakan momentum ideal bagi perusahaan untuk melaksanakan initial public offering (IPO).
Kondisi tersebut diperkirakan akan semakin kuat dengan sentimen potensi pemangkasan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun depan.
Head of Research UOB Sekuritas, Willinoy Sitorus, mengatakan bahwa dari sisi likuiditas, kondisi pasar saat ini sangat mendukung karena ditopang peredaran uang yang stabil dan perbaikan indeks manufaktur selama 4 bulan terakhir.
“Stimulus program juga tetap jalan. Jadi, memang dari sisi ekonomi dan dari sisi likuiditas pasar saham itu juga oke. Kita lihat beberapa minggu ini dari sisi bonds keluar, tetapi ekuitas masuk,” ujarnya di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Meski momentum pasar mendukung, Willinoy mengingatkan pentingnya mencermati regulasi yang sedang bergulir, terutama terkait kebijakan free float.
Dia pun menyatakan bahwa regulasi tersebut bertujuan baik guna meningkatkan kualitas pasar dan memberikan kesempatan yang lebih adil bagi publik.
“Regulasi ini bagus buat ke depannya, buat IHSG [indeks harga saham gabungan] tentunya juga supaya memberikan kesempatan buat para investor untuk membeli saham. Jadi free float-nya itu diperbesar,” jelasnya.
Menurutnya, logika dasar investor membeli saham IPO adalah untuk mendapatkan harga yang menarik, dengan harapan harga akan naik setelah diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, jika aksi penawaran umum suatu perusahaan dinilai tidak menarik, investor dinilai akan berpindah.
Willinoy menyimpulkan bahwa investor pada akhirnya ingin mendapatkan keuntungan, baik itu untuk jangka menengah maupun jangka panjang. Untuk itu, kondisi sentimen pasar harus selalu dicermati oleh emiten yang hendak IPO.
“Balik lagi dari sisi likuiditas itu sangat bergairah. Semestinya dengan adanya sentimen pemangkasan suku bunga pada, menurut saya momentum untuk IPO mestinya oke ke depannya,” pungkasnya.
Tay Hwee Ling, Capital Markets Services Leader Deloitte Southeast Asia, menuturkan bahwa pada tahun depan, calon emiten akan terus memantau perbaikan kondisi pasar modal guna menemukan momentum yang optimal untuk memaksimalkan valuasi dan memanfaatkan likuiditas tertahan.
“Hal tersebut akan memungkinkan investor dan pemegang saham membuka value yang selama ini belum terealisasi,” ucapnya belum lama ini.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ipo-2026 #likuiditas-pasar #suku-bunga-acuan #bi-rate #uob-sekuritas #pasar-modal #free-float #regulasi-pasar #investor-saham #indeks-manufaktur #momentum-ipo #valuasi-emiten #sentimen-pasar #perbaika