Meksiko Terapkan Tarif hingga 50 Persen untuk China, Indonesia, sampai Thailand

Meksiko Terapkan Tarif hingga 50 Persen untuk China, Indonesia, sampai Thailand

Senat Meksiko pada Rabu (10/12/2025) menyetujui kenaikan tarif hingga 50 persen tahun depan untuk impor dari China dan beberapa negara Asia lainnya.

(Kompas.com) 11/12/25 17:02 69476

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Senat Meksiko pada Rabu (10/12/2025) menyetujui kenaikan tarif hingga 50 persen tahun depan untuk impor dari China dan beberapa negara Asia lainnya.

Kenaikan tarif ini untuk memperkuat industri lokal meskipun mendapat penentangan dari kelompok bisnis.

Dikutip dari Reuters, Kamis (11/12/2025), keputusan tersebut, yang sebelumnya telah disahkan oleh majelis rendah, akan menaikkan atau memberlakukan bea masuk baru hingga 50 persen mulai tahun 2026.

SHUTTERSTOCK/OLIVIER LE MOAL Ilustrasi tarif impor Trump.

Tarif ini untuk barang-barang tertentu seperti mobil, suku cadang mobil, tekstil, pakaian, plastik, dan baja dari negara-negara tanpa perjanjian perdagangan dengan Meksiko, termasuk China, India, Korea Selatan, Thailand, dan Indonesia.

Sebagian besar produk akan dikenakan tarif hingga 35 persen.

Senat Meksiko mengesahkan RUU tersebut dengan 76 suara mendukung, 5 menentang, dan 35 abstain.

RUU yang disetujui lebih lunak daripada RUU yang terhenti di majelis rendah musim gugur ini, dengan tarif pada sekitar 1.400 lini produk yang berbeda, yakni sebagian besar tekstil, pakaian, baja, suku cadang otomotif, plastik, dan alas kaki, serta pengurangan bea masuk pada sekitar dua pertiga dari produk tersebut dibandingkan dengan proposal aslinya.

China kritik kebijakan tarif Meksiko

Kementerian Perdagangan China menanggapi keputusan penerapan tarif tersebut dengan mengatakan akan memantau rezim tarif baru Meksiko dan mempertimbangkan dampaknya.

canva.com Ilustrasi tarif Trump. Presiden Prabowo dan Presiden Trump sepakat menurunkan tarif ekspor RI ke AS menjadi 19 persen.

Namun, China memperingatkan bahwa langkah-langkah tersebut akan secara substansial merusak kepentingan perdagangan.

"China selalu menentang semua bentuk peningkatan tarif sepihak dan berharap Meksiko akan memperbaiki praktik sepihak dan proteksionis tersebut sesegera mungkin," kata Kementerian Perdagangan China.

Ketika ditanya pada konferensi pers reguler, juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa "melawan arus globalisasi ekonomi dengan mengejar proteksionisme merugikan orang lain dan tidak menguntungkan diri sendiri".

Para analis dan sektor swasta mengatakan langkah ini bertujuan untuk menenangkan AS menjelang peninjauan selanjutnya terhadap perjanjian perdagangan Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA).

Penerapan tarif juga dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan tambahan sebesar 3,76 miliar dollar AS tahun depan karena Meksiko berupaya mengurangi defisit fiskalnya.

"Di satu sisi, ini melindungi sektor-sektor produktif lokal tertentu yang dirugikan dibandingkan dengan produk-produk China. Ini juga melindungi lapangan kerja," kata Mario Vazquez, seorang senator dari partai oposisi PAN.

Namun, imbuh Vazquez, tarif juga merupakan pajak tambahan yang dibayar warga negara ketika mereka membeli suatu produk.

"Dan ini adalah sumber daya yang masuk ke negara. Kita perlu tahu untuk apa sumber daya ini akan digunakan. Mudah-mudahan, rantai produksi di negara ini akan diperkuat," terang Vazquez.

AS desak negara-negara Amerika Latin batasi hubungan dengan China

Emmanuel Reyes, seorang senator dari partai Morena yang berkuasa, membela langkah tersebut.

“Penyesuaian ini akan meningkatkan produk Meksiko dalam rantai pasokan global dan melindungi lapangan kerja di sektor-sektor kunci,” sebut Reyes, yang merupakan ketua Komite Ekonomi Senat.

“Ini bukan sekadar alat untuk meningkatkan pendapatan, tetapi lebih merupakan cara untuk mengarahkan kebijakan ekonomi dan perdagangan demi kesejahteraan umum,” terang dia.

Meksiko telah menyatakan pada September 2025 lalu bahwa mereka akan menaikkan tarif impor mobil dan barang-barang lainnya dari China dan negara-negara Asia lainnya.

Amerika Serikat telah mendorong negara-negara di Amerika Latin untuk membatasi hubungan ekonomi mereka dengan China, yang menjadi pesaingnya dalam perebutan pengaruh di kawasan tersebut.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

#meksiko #produk-china #china #impor-dari-china

https://money.kompas.com/read/2025/12/11/170237026/meksiko-terapkan-tarif-hingga-50-persen-untuk-china-indonesia-sampai-thailand