Airlangga Berangkat ke AS Pekan Depan, Negosiasi Tarif Trump
Airlangga mengungkapkan telah melakukan pertemuan secara daring dengan pihak Amerika Serikat (AS) yang membahas kelanjutan negosiasi tarif.
(Kompas.com) 12/12/25 17:01 70919
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan telah melakukan pertemuan secara daring dengan pihak Amerika Serikat (AS) yang membahas kelanjutan negosiasi tarif impor AS ke depannya.
Airlangga mengatakan, pekan depan ia dan tim Kemenko Perekonomian akan berangkat menuju AS untuk melakukan finalisasi sesuai dengan joint statement pada 22 juli 2025.
"Tim akan berangkat minggu depan, dan akan memfinalisasi sesuai dengan joint statement yang tertanggal 22 Juli. Saya akan berangkat juga," ujar Airlangga di kantornya di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
canva.com Ilustrasi tarif Trump. Presiden Prabowo dan Presiden Trump sepakat menurunkan tarif ekspor RI ke AS menjadi 19 persen.Menurutnya perjanjian dagang Indonesia dan AS merupakan contoh yang positif karena Indonesia masuk dalam negara yang sepakat diawal dengan AS.
Airlangga juga membicarakan titah Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa negosiasi ini dapat diselesaikan pada akhir 2025.
Airlangga menekankan bahwa Presiden meminta negosiasi tarif dengan AS dapat diselesaikan di akhir tahun 2025, selagi tetap mengedepankan kepentingan bersama bagi kedua negara.
Airlangga juga membagikan informasi bahwa di malam sebelumnya yaitu Kamis (11/12/2025) telah berkomunikasi secara daring dengan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer.
Sebelumnya, kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia yang diumumkan pada Juli lalu disebut terancam runtuh setelah AS menilai Indonesia menarik diri dari sejumlah komitmen.
SHUTTERSTOCK/OLIVIER LE MOAL Ilustrasi tarif impor Trump."Mereka menarik kembali apa yang telah kami sepakati pada Juli," ujar seorang pejabat AS pada Selasa (9/12/2025) tanpa merinci komitmen mana yang dimaksud.
Minggu lalu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dalam acara New York Times Dealbook, juga menyinggung adanya perubahan sikap Indonesia.
Ia mengatakan bahwa Indonesia "mulai sedikit enggan" terhadap kesepakatan dagang dengan AS, meski tidak memberikan penjelasan lebih jauh.
Sebaliknya, ia menilai Malaysia sebagai mitra yang lebih kooperatif setelah negara tersebut menurunkan ribuan pos tarif sehingga arus perdagangan dengan AS menjadi lebih lancar.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang#tarif-impor-as #negosiasi-tarif #perjanjian-dagang-indonesia #airlangga-hartarto