Mengapa Kita Lebih Mudah Lapar Saat Musim Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mengapa Kita Lebih Mudah Lapar Saat Musim Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Saat musim hujan, tubuh lebih cepat lapar karena membutuhkan energi ekstra untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat.

(Bisnis.Com) 16/12/25 15:11 74597

Bisnis.com, JAKARTA — Saat musim hujan, tubuh menyesuaikan diri dengan mengarahkan energi untuk menjaga suhu tetap hangat agar organ berfungsi optimal.

Makanan yang dikonsumsi membantu tubuh tetap hangat karena proses pencernaan, penyerapan, dan metabolisme nutrisi membutuhkan energi, yang menghasilkan panas melalui mekanisme “Diet-Induced Thermogenesis”.

Cuaca dingin dapat menurunkan produksi serotonin karena tubuh mendapat lebih sedikit paparan sinar matahari. Penurunan neurotransmitter ini kemudian memengaruhi suasana hati, nafsu makan, hingga kualitas tidur kita.

Saat kadar serotonin turun, tubuh menjadi lebih cepat merasa lapar dan sulit merasa kenyang meski sudah makan. Karena itu, rasa lapar yang muncul lebih sering pada musim hujan atau cuaca dingin merupakan respons alami tubuh yang membutuhkan tambahan energi.

Ketika energi tambahan masuk, sebagian digunakan untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat agar organ penting berfungsi dengan baik. Kelebihan kalori yang tidak terpakai akan disimpan oleh tubuh sebagai cadangan energi.

Meskipun makanan kini mudah didapat sepanjang tahun, penelitian menunjukkan tubuh masih memiliki insting lama untuk menyimpan energi saat menghadapi cuaca dingin. Faktor hormon yang berubah saat temperatur turun juga membuat tubuh lebih mudah menimbun energi.

Dilansir dari laman The University Of Queensland, dalam ilmu nutrisi, berat badan dipengaruhi oleh keseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang dikeluarkan untuk aktivitas sehari-hari. Jika tubuh menerima lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan, sisanya akan disimpan dalam bentuk lemak.

Dalam penelitian menemukan bahwa kenaikan berat badan lebih berpotensi terjadi ketika tubuh dalam kondisi “bersiap menghadapi kekurangan makanan”, seperti saat dingin ekstrem. Pada masa lampau, mekanisme ini membantu manusia bertahan hidup ketika makanan sulit ditemukan di musim dingin.

Tidak heran jika cuaca dingin memicu peningkatan nafsu makan dan membuat kita ingin menyantap berbagai jenis makanan. Untuk menjaga kesehatan sekaligus memenuhi kebutuhan energi berikut makanan dan minuman yang cocok selama musim hujan atau cuaca dingin:

- Minuman Hangat
Minuman hangat seperti teh atau air hangat dengan perasan lemon dapat membantu tubuh terasa hangat dan membuat kenyang lebih lama.

- Sup Sayuran
Pilih sup berbasis kaldu daripada sup krim, serta sup yang kaya sayuran hijau, kacang-kacangan, atau biji-bijian.

- Buah Kaya Vitamin C
Selama musim hujan, sistem kekebalan tubuh bisa menurun. Konsumsi buah kaya vitamin C seperti jeruk, mangga, lemon, dan kiwi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

- Salmon dan Tuna
Salmon dan tuna mengandung vitamin D tinggi, yang membantu tubuh terasa lebih baik meski kurang paparan sinar matahari akibat perubahan cuaca atau suhu.

- Sayuran Ccruciferous
Brokoli, kembang kol, dan mentimun adalah sayuran kaya vitamin C yang membantu menjaga imunitas tubuh selama hari-hari hujan. (Angel Rinella)

#musim-hujan #tubuh-hangat #diet-induced-thermogenesis #cuaca-dingin #serotonin-rendah #nafsu-makan-meningkat #energi-tambahan #kalori-disimpan #hormon-cuaca-dingin #berat-badan-musim-dingin #makanan-m

https://lifestyle.bisnis.com/read/20251216/106/1937123/mengapa-kita-lebih-mudah-lapar-saat-musim-hujan-ini-penjelasan-ilmiahnya