BOJ akan Kerek Suku Bunga Acuan di Jepang ke Level Tertinggi dalam 3 Dekade

BOJ akan Kerek Suku Bunga Acuan di Jepang ke Level Tertinggi dalam 3 Dekade

Bank of Japan akan menaikkan suku bunga acuan ke level tertinggi dalam 3 dekade, meski ada tantangan dari pelemahan yen dan tekanan biaya hidup.

(Bisnis.Com) 16/12/25 15:58 74674

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) diperkirakan akan mengerek suku bunga acuan ke level tertinggi dalam tiga dekade pada akhir pekan ini.

Namun demikian, arah kebijakan moneter Negeri Sakura terlihat belum begitu jelas karena kebutuhan pemerintah untuk pembiayaan murah berbenturan dengan pelemahan yen yang mendorong kenaikan harga impor.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tahun lalu menyebut gagasan kenaikan suku bunga sebagai sesuatu yang "bodoh," namun kini dia harus menghadapi tekanan biaya hidup yang telah menggerus dukungan terhadap partai berkuasa.

Perdana Menteri perempuan pertama Jepang ini menahan diri untuk tidak mengkritik rencana Gubernur BOJ Kazuo Ueda yang ingin mengurangi pelonggaran moneter sejak dia menjabat pada Oktober lalu dalam upaya memerangi inflasi.

Namun demikian, Takaichi juga perlu mencegah lonjakan imbal hasil obligasi pada saat pemerintah sedang menyusun anggaran untuk tahun fiskal berikutnya. Imbal hasil obligasi acuan Jepang tenor 10 tahun sempat mencapai 1,97% atau level tertinggi dalam 18 tahun pada awal bulan ini, sehingga mendorong Ueda pekan lalu melontarkan peringatan bahwa imbal hasil tersebut naik “agak cepat”.

Adapun, terakhir kali suku bunga acuan BOJ berada di kisaran seperti saat ini, imbal hasil obligasi berada di sekitar 3%. Posisi itu akan meningkatkan biaya pembayaran utang bagi pemerintah dengan beban utang publik tertinggi di antara negara-negara maju.

Belum lagi, suku bunga tinggi akan membatasi ruang belanja pada saat pemerintah juga berupaya meredam tekanan biaya hidup dan meningkatkan belanja pertahanan untuk menghadapi China yang semakin agresif.

Ryutaro Kono, Kepala Ekonom Jepang di BNP Paribas, mengatakan dengan mempertimbangkan preferensi pemerintahan Takaichi terhadap suku bunga rendah, pihaknya memperkirakan laju kenaikan suku bunga akan tetap terbatas

"\'[Suku bunga akan dinaikkan] kira-kira sekali setiap enam bulan,” kata Kono, seperti dikutip Bloomberg pada Selasa (16/12/2025).

Meski begitu, dia melihat ada risiko BOJ terpaksa mempercepat pengetatan kebijakan mengingat pergerakan nilai tukar bukanlah hal yang kecil. Adapun, yen telah menguat lebih dari 1% dari titik terendahnya pada akhir November dan sempat menyentuh level terendah dalam 10 bulan terhadap dolar seiring dengan menguatnya spekulasi kenaikan suku bunga pada Desember.

Para pembuat kebijakan di BOJ yang dipimpin Ueda secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 0,75% pada akhir rapat dua hari yang berakhir Jumat (19/12/2025). Untuk pertama kalinya di bawah kepemimpinan Ueda, seluruh 50 ekonom yang disurvei Bloomberg secara bulat memperkirakan langkah tersebut.

Keputusan ini kemungkinan menjadi keputusan suku bunga absolut pertama dari dewan beranggotakan sembilan orang sejak Juli, setelah pada dua pertemuan sebelumnya terdapat dua anggota yang menyatakan perbedaan pendapat dengan menyerukan kenaikan suku bunga.

Langkah BOJ ini akan menegaskan posisi BOJ sebagai satu-satunya bank sentral utama dunia yang menaikkan suku bunga tahun ini. Ini juga akan menjadi pertama kalinya BOJ dan Federal Reserve AS bergerak berlawanan arah dalam bulan yang sama sejak bank sentral Jepang menerapkan format rapat saat ini pada 1998.

Seiring upayanya memperbaiki komunikasi dengan investor, Gubernur BOJ Ueda juga telah secara jelas memberi sinyal kenaikan suku bunga awal bulan ini. Oleh karena itu, fokus para pengamat BOJ pada Jumat akan tertuju pada sinyal apa pun terkait kecepatan kenaikan suku bunga selanjutnya.

#boj-suku-bunga #bank-sentral-jepang #kenaikan-suku-bunga #kebijakan-moneter-jepang #pelemahan-yen #perdana-menteri-jepang #gubernur-boj #pelonggaran-moneter #imbal-hasil-obligasi #biaya-pembayaran-uta

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251216/620/1937286/boj-akan-kerek-suku-bunga-acuan-di-jepang-ke-level-tertinggi-dalam-3-dekade