Ciputra Life Bidik Pertumbuhan 2026 Lewat Ekspansi Mitra Bisnis

Ciputra Life Bidik Pertumbuhan 2026 Lewat Ekspansi Mitra Bisnis

Ciputra Life targetkan pertumbuhan 2026 dengan ekspansi mitra bisnis, fokus pada produk proteksi murni dan digitalisasi layanan, tanpa rencana produk unit-linked.

(Bisnis.Com) 23/12/25 19:16 83100

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menatap 2026 dengan optimisme, seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,4%.

Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso mengatakan perusahaan berharap kinerja industri asuransi jiwa dapat tumbuh lebih kuat dibandingkan capaian sepanjang 2025.

Adapun, Hengky menjelaskan untuk 2026 Ciputra Life akan membidik pertumbuhan dengan dokus mengembangkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis yang sudah ada.

“Sampai saat ini kami telah bekerja sama dengan lebih dari 20 bank dan perusahaan pembiayaan, serta kami akan terus membuka kerja sama dengan mitra-mitra bisnis baru baik dari sektor jasa keuangan maupun non-jasa keuangan,” jelasnya kepada Bisnis, dikutip pada Selasa (23/12/2025).

Selain melalui strategi itu, dia turut menyebut perusahaannya senantiasa mengembangkan produk baru sesuai dengan kebutuhan nasabah dan meningkatkan layanan kepada nasabah.

“Terutama melalui inisiatif digitalisasi sehingga nasabah dapat dengan mudah menjangkau kami di manapun dan kapanpun,” ucapnya.

Sementara itu, dia menegaskan hingga kini Ciputra Life belum berencana meluncurkan produk unit-linked. Perusahaan akan fokus pada produk proteksi murni, baik yang menyasar kepada segmen nasabah individu maupun segmen nasabah korporasi.

Hengky menjelaskan bahwa berdasarkan pendapatan premi, kontribusi terbesar saat ini berasal dari produk asuransi jiwa kredit yang memberikan perlindungan kepada nasabah yang mengambil KPR ataupun kredit kendaraan bermotor.

“Di samping itu, kontribusi terbesar kedua adalah produk asuransi kumpulan yang menyasar segmen korporasi [corporate solution]. Produk ini memberikan perlindungan kepada karyawan perusahaan serta dapat melengkapi perlindungan BPJS yang telah dimiliki oleh karyawan,” jelasnya.

Selanjutnya, produk yang berkontribusi cukup besar adalah produk individu yang dipasarkan melalui jalur telemarketing dan digital. Sebab demikian, Ciputra Life akan tetap fokus pada produk-produk proteksi.

“Hal ini karena kami percaya bahwa produk-produk tersebut adalah produk-produk yang dibutuhkan oleh nasabah dan memberikan value-added terbaik bagi nasabah,” tegas Hengky.

Lebih jauh, Hengky berpandangan inflasi medis yang relatif tinggi dan klaim rasio asuransi kesehatan yang tinggi, masih menjadi tantangan yang terus dihadapi industri asuransi jiwa.

Menurut dia, dalam menghadapi tantangan tersebut tentu diperlukan kolaborasi dan peran serta dari berbagai pihak. Baginya, peran masyarakat dalam meningkatkan pola hidup sehat, fokus kepada preventif dan deteksi dini menjadi hal yang penting.

Kemudian, imbuhnya, peran serta dari penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit untuk memberikan treatment yang proporsional dan tidak melakukan over-treatment bisa meminimalisasi loss ratio asuransi Kesehatan.

“Selain itu, sinergi antara BPJS dan perusahaan asuransi swasta, melalui mekanisme Coordination of Benefit [COB] tentunya diharapkan dapat menurunkan loss ratio asuransi kesehatan dan menurunkan beban klaim BPJS,” pungkasnya.

#ciputra-life #pertumbuhan-2026 #ekspansi-mitra-bisnis #asuransi-jiwa #produk-proteksi #digitalisasi-asuransi #kerjasama-bank #asuransi-kredit #asuransi-kumpulan #telemarketing-asuransi #inflasi-medis #n-a

https://finansial.bisnis.com/read/20251223/215/1939193/ciputra-life-bidik-pertumbuhan-2026-lewat-ekspansi-mitra-bisnis