Sumsel Usul Alokasi Pupuk Subsidi 2026 Ditambah 76.000 Ton

Sumsel Usul Alokasi Pupuk Subsidi 2026 Ditambah 76.000 Ton

Sumsel usulkan kenaikan alokasi pupuk NPK 2026 jadi 279.000 ton untuk tingkatkan produksi pangan, sementara pupuk urea tetap 165.000 ton.

(Bisnis.Com) 29/12/25 22:35 87900

Bisnis.com, PALEMBANG — Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatra Selatan (DPTPH Sumsel) mengusulkan kenaikan alokasi pupuk subsidi jenis NPK untuk tahun 2026.

Kepala DPTPH Sumsel Bambang Pramono mengatakan alokasi pupuk NPK diusulkan naik sekitar 37,4% dibandingkan tahun 2025 yang sebesar 203.000 ton.

“Untuk tahun 2026, pupuk NPK kami usulkan menjadi 279.000 ton atau bertambah sekitar 76.000 ton,” ujarnya, Senin (29/12/2025).

Sementara itu, alokasi pupuk subsidi jenis urea diusulkan tetap sama seperti tahun 2025, yakni sebanyak 165.000 ton.

Bambang menjelaskan, usulan peningkatan alokasi pupuk subsidi tersebut sejalan dengan peran Sumsel sebagai salah satu provinsi penyangga produksi pangan nasional.

Pada 2025, Sumsel berkontribusi sekitar 1,2 juta ton setara beras dari total surplus nasional yang mencapai kurang lebih 5 juta ton. Adapun total produksi padi di Sumsel hampir mencapai 3,6 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara sekitar 2 juta ton beras.

Menurutnya, peningkatan alokasi pupuk subsidi menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah untuk mendorong kenaikan produksi dan perluasan luas panen pada 2026.

“Upaya peningkatan alokasi pupuk ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga pada 2026 terjadi peningkatan produksi dan luas panen secara akumulatif,” katanya.

Bambang menambahkan, kebijakan fleksibilitas perubahan alokasi pupuk subsidi saat ini mempermudah pemerintah daerah dalam menyalurkan pupuk kepada petani. Meski demikian, penyalurannya tetap harus diawasi secara ketat agar tepat sasaran.

Pengawasan dilakukan melalui verifikasi dan validasi data penerima, antara lain petani harus terdaftar dalam e-RDKK atau SIMULTAN, memiliki KTP, serta data alamat dan lahan yang jelas.

Untuk mencegah penyelewengan, lanjut Bambang, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) turut melakukan pemantauan penyaluran pupuk subsidi di lapangan.

“KP3 melibatkan unsur pemerintah dan Aparat Penegak Hukum untuk memastikan penyaluran pupuk subsidi berjalan sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Berikut rincian alokasi pupuk subsidi di Sumsel tahun 2025 dan realisasi per 14 Desember 2025.

Urea

Alokasi : 165.000 ton

Realisasi : 124.158 ton (75,23%)

NPK

Alokasi : 203.000 ton

Realisasi : 179.898 ton (88,36%)

#pupuk-subsidi #alokasi-pupuk #pupuk-npk #pupuk-urea #sumsel-pupuk #peningkatan-alokasi #produksi-pangan #produksi-padi #surplus-beras #luas-panen #e-rdkk #simultan #kp3 #pengawasan-pupuk #distribusi-p

https://sumatra.bisnis.com/read/20251229/534/1940284/sumsel-usul-alokasi-pupuk-subsidi-2026-ditambah-76000-ton